Kristen Stewart memiliki hobi memasak. (FOTO: HO VIA PEAKPX)
Jakarta, Jurnas.com - Hobi kerap dianggap sekadar pelarian dari rutinitas kerja, namun riset terbaru menunjukkan perannya jauh lebih besar. Studi dari University of East Anglia dan Erasmus University Rotterdam menemukan bahwa hobi yang dijalani secara terarah dapat meningkatkan kreativitas, motivasi, dan rasa bermakna di tempat kerja.
Penelitian ini menyoroti konsep leisure crafting, yakni cara memanfaatkan waktu luang secara sadar dan bertujuan. Alih-alih sekadar hiburan pasif, hobi diarahkan untuk pembelajaran, pencapaian tujuan, dan membangun relasi sosial.
Pendekatan ini sejalan dengan teori self-determination yang menekankan tiga kebutuhan dasar manusia: otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Hobi yang dipilih secara mandiri, dikembangkan keterampilannya, dan dijalani bersama orang lain terbukti memberi dampak psikologis yang positif.
Penelitian melibatkan hampir 200 pekerja dari berbagai sektor. Para peserta diminta menyusun rencana pengembangan diri berbasis hobi setelah menonton video singkat, lalu menjalankannya selama lima pekan dengan evaluasi mingguan.
Hasilnya, peserta yang menerapkan leisure crafting menunjukkan peningkatan emosi positif, rasa percaya diri, serta kemampuan berpikir kreatif di tempat kerja. Dampak ini bahkan lebih terasa di ranah profesional dibandingkan kehidupan pribadi.
Pengalaman positif di waktu luang terbukti menular ke pekerjaan. Keterampilan baru, optimisme, dan ketahanan mental yang dibangun lewat hobi membantu karyawan lebih adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan tugas.
Menariknya, efek paling kuat dirasakan oleh peserta usia lebih dewasa. Seiring bertambahnya usia, aktivitas yang bermakna secara emosional menjadi lebih penting, dan hobi yang dijalani dengan tujuan memenuhi kebutuhan tersebut.
Peneliti menyimpulkan bahwa pekerja bukan hanya individu profesional, tetapi manusia seutuhnya dengan kebutuhan berkembang di luar kantor. Mendukung hobi yang bermakna bukan hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga berdampak nyata pada kualitas kerja.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Human Relations dan memperkuat pandangan bahwa keseimbangan hidup bukan sekadar soal waktu, melainkan tentang bagaimana waktu itu dimaknai. (*)
Sumber: Earth
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Peran Hobi Waktu Luang Peningkatan Kinerja Kreativitas Kerja Leisure crafting



















