Jum'at, 09/01/2026 06:45 WIB

Mengapa Tidur Penting? Riset Ungkap Fungsinya Sejak Awal Evolusi





Tidur ternyata bukan sekadar kebutuhan manusia modern, melainkan mekanisme perlindungan otak yang telah berevolusi sejak ratusan juta tahun lalu

Ilustras sedang tidur (Foto: Pexels/cottonbro studio)

Jakarta, Jurnas.com - Tidur ternyata bukan sekadar kebutuhan manusia modern, melainkan mekanisme perlindungan otak yang telah berevolusi sejak ratusan juta tahun lalu. Studi terbaru menunjukkan bahwa bahkan hewan purba dengan sistem saraf paling sederhana menggunakan tidur untuk mengurangi kerusakan DNA pada neuron.

Penelitian ini dipimpin tim ilmuwan dari Bar-Ilan University, Israel, yang meneliti ubur-ubur dan anemon laut, dua spesies yang berada dekat akar evolusi sistem saraf. Temuan mereka mengindikasikan bahwa fungsi dasar tidur adalah memberi waktu bagi neuron untuk melakukan perbaikan seluler.

Keberadaan tidur sejak awal evolusi sebenarnya paradoksal. Saat tidur, hewan menjadi kurang waspada, rentan terhadap predator, dan kehilangan waktu untuk makan atau berkembang biak, namun perilaku ini tetap dipertahankan oleh alam.

Jawabannya, menurut studi ini, terletak pada neuron. Aktivitas saraf selama terjaga menyebabkan akumulasi kerusakan DNA dan stres seluler, sementara tidur menyediakan periode terpusat untuk memulihkannya.

Melalui pemantauan perilaku dan pencitraan inframerah, peneliti menemukan bahwa ubur-ubur dan anemon laut sama-sama memiliki pola tidur teratur sekitar delapan jam per hari. Meski waktu tidurnya berbeda, strukturnya menyerupai siklus tidur pada manusia.

Peneliti juga menemukan pola yang konsisten: kerusakan DNA di neuron meningkat saat hewan terjaga dan menurun saat tidur. Pola ini sebelumnya terlihat pada ikan zebra, dan kini terbukti juga terjadi pada hewan yang jauh lebih tua secara evolusioner.

Ketika hewan-hewan tersebut dipaksa tetap terjaga, kerusakan DNA meningkat dan diikuti oleh tidur lebih panjang sebagai kompensasi. Fenomena ini, yang dikenal sebagai sleep rebound, bertepatan dengan proses pemulihan neuron.

Efek serupa muncul ketika peneliti secara sengaja meningkatkan kerusakan DNA menggunakan radiasi UV dan bahan kimia tertentu. Dalam kondisi ini, hewan kembali menunjukkan kebutuhan tidur yang meningkat, sementara pemberian melatonin terbukti menurunkan tingkat kerusakan DNA.

Menariknya, meski mekanisme pengatur tidur berbeda—ubur-ubur lebih bergantung pada cahaya, sedangkan anemon laut pada jam biologis internal—fungsi utamanya tetap sama. Tidur digunakan untuk menekan stres seluler dan memperbaiki kerusakan neuron.

Kesamaan fungsi ini memperkuat klaim evolusioner bahwa tidur dipertahankan bukan karena cara kerjanya, melainkan karena manfaat biologisnya yang krusial. Dengan kata lain, sistemnya bisa berbeda, tetapi tujuannya tetap satu.

Implikasinya relevan bagi manusia. Gangguan tidur telah lama dikaitkan dengan penurunan kognitif dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, yang melibatkan akumulasi kerusakan neuron dalam jangka panjang.

Studi ini tidak menyamakan manusia dengan ubur-ubur, namun menunjukkan logika biologis yang dalam. Jika tidur telah melindungi neuron sejak awal evolusi, maka gangguan tidur kronis berpotensi melemahkan ketahanan otak sepanjang hidup.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan menegaskan bahwa tidur bukan hanya penting untuk ingatan dan pembelajaran, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dasar neuron. (*)

Sumber: Erath

KEYWORD :

Manfaat Tidur Perlindungan Otak Awal Evolusi Tidur Ubur-ubur




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :