Konsul Jenderal RI Karachi memberi sambutan dalam acara Indonesia–Pakistan Trade Forum: Business Pitching Online Meeting yang digelar di Karachi (Foto: Kemenlu)
Jakarta, Jurnas.com - Indonesia dan Pakistan memperkuat kerja sama perdagangan rempah dan produk pertanian melalui Indonesia–Pakistan Trade Forum: Business Pitching Online Meeting yang digelar di Karachi, Rabu (6/1). Forum ini menjembatani eksportir Indonesia dan importir Pakistan untuk membuka peluang dagang yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diinisiasi Konsulat Jenderal RI di Karachi bersama Kementerian Perdagangan RI ini digelar secara hibrida, menghubungkan pelaku usaha Pakistan secara langsung dengan eksportir Indonesia melalui pertemuan daring. Forum dipimpin Konsul Jenderal RI Mudzakir MA dan Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Miftah Farid.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Mudzakir MA menyampaikan kesamaan Indonesia dan Pakistan dalam budaya rempah. “Indonesia dan Pakistan mungkin terpisah secara geografis, tetapi dalam hal rempah-rempah, kita berbicara dalam bahasa yang sama,” ujar dia.
“Rempah-rempah seperti cengkeh, pala, kayu manis, dan lada lebih dari sekadar produk; rempah-rempah tersebut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, kuliner, dan budaya kita bersama,” sambungnya.
Diskusi menyoroti posisi strategis Karachi sebagai hub perdagangan serta peran Indonesia sebagai produsen rempah berkualitas dunia. Selain presentasi produk, forum juga membahas tantangan praktis perdagangan internasional, mulai dari logistik, biaya pengiriman, hingga prosedur pelabuhan.
Sejumlah poin kunci mengemuka, termasuk dorongan membangun kemitraan jangka panjang, pengelolaan risiko melalui pesanan awal berskala kecil, kejelasan standar produk sejak awal, serta peran konsulat sebagai fasilitator perjodohan bisnis. Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan perdagangan yang stabil dan saling menguntungkan.
Meskipun sesi tersebut mendorong dialog dan pertukaran kontrak, tujuan utamanya tetap membina hubungan profesional jangka panjang. "Yang penting adalah Anda pulang dengan koneksi baru dan kemungkinan baru," tambah Konsul Jenderal.
Dengan dialog terbuka dan pola pikir jangka panjang, kerja sama antara Indonesia dan Pakistan di sektor pertanian siap untuk pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2026.
Dari pihak Indonesia, pertemuan virtual tersebut dihadiri oleh perwakilan dari East Java & Co (PT Mata Gunung Altazor), Pepper Trail, Bumdesma Mitra Lada Bersatu (lada), PT Isgroup Agri Global, Dewan Teh Indonesia, PTPN dan PT Melania; CV. Perwakilan dari National Kerinci Spice (cengkeh dan kayu manis), Duta Petani Milenial dan Andalan, Koperasi Punggawa Tani Indonesia, PT. MB Plus Agro, PT. Aditama Tunggal Perkasa, dan PT Prosperita Global Utama (kunyit kering, jahe kering, laos kering, kunyit kering, cengkeh, pala, serai kering) hadir.
Sementara dari Pakistan termasuk perwakilan dari Marium International Kalodi Group, Selanin Selani, Ghani and Sons, Maac International, Rauf Traders, Raheel Impex, Lala Enterprise, dan Maac International.
Pertemuan menyepakati untuk tindak lanjut dengan pengiriman sample dan komunikasi one-on-one untuk kesepakatan lebih detil antara masing-masing perusahaan. Masing-masing pihak akan membicarakan teknis dan spesifikasi produk yang diinginkan, cara pembayaran, dan pengaturan dagang lainnya.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Karachi berfungsi sebagai misi diplomatik yang didedikasikan untuk membina hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan, dengan fokus khusus pada kerja sama ekonomi, fasilitasi perdagangan, dan pertukaran budaya di Provinsi Sindh. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Indonesia dan Pakistan Perdagangan Rempah Forum Dagang Konsulat Jenderal RI
























