Kamis, 08/01/2026 11:15 WIB

Satrio Wiratama, Bayi Panda Pertama Indonesia Lahir di Taman Safari Bogor





Indonesia resmi mencatat sejarah konservasi satwa dunia dengan kelahiran bayi panda raksasa pertama di Tanah Air

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni dalam acara Public Annnouncement The 1st Giant Panda Cub Born in Indonesia, di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor, Selasa (Foto: Kemenhut)

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia resmi mencatat sejarah konservasi satwa dunia dengan kelahiran bayi panda raksasa pertama di Tanah Air. Momen ini diumumkan dalam acara Public Announcement The 1st Giant Panda Cub Born in Indonesia di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor, Jawa Barat.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut kelahiran bayi panda tersebut sebagai peristiwa membanggakan, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi upaya konservasi global.

“Ini hari yang berbahagia, karena hari ini menandai 40 hari kelahiran bayi panda pertama di Indonesia,” ujar Menhut dalam keterangannya, usai mengamati bayi panda tersebut di Istana Panda, TSI, Bogor, pada Rabu (6/1/2026).

Menhut menyampaikan bahwa kehadiran bayi panda ini bukan sekedar kelahiran satwa, tapi menjadi bukti nyata kerja sama diplomasi lingkungan dan kolaborasi ilmiah internasional yang telah dibangun secara berkelanjutan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

“Kelahiran bayi panda ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan," kata Menhut.

Bayi panda ini lahir dari pasangan Cai Tao dan Hu Chun, dua panda raksasa yang merupakan bagian dari kerja sama konservasi Indonesia–Republik Rakyat Tiongkok. 

Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan nama bayi panda tersebut, yakni Satrio Wiratama, dengan nama Mandarin Li Ao (里奥). Nama ini sarat makna, melambangkan kesatria yang pemberani, mulia, dan berbudi luhur.

Menhut menuturkan, kehadiran panda di Indonesia merupakan buah dari proses panjang lintas pemerintahan, dari tiga kepemimpinan presiden RI: Susilo Bambang Yudhoyoni (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo.

"Usaha untuk mendatangkan bapak ibunya Rio ini telah dilakukan sejak zaman Pak Presiden SBY. Diterima pada tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan akhirnya lahirlah bayi Rio ini pada masa Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Menhut.

Duta Besar Tiongkok, Wang Lutong mengatakan kelahiran Rio telah disampaikan ke Presiden Tiongkok, ia merasa sangat bangga dengan pencapaian ini.

"Rio akan membawa lebih banyak keberhasilan dan keberuntungan bagi Presiden serta rakyat Indonesia," tambahnya.

Pendiri Taman Safari Indonesia Group dan penggagas program konservasi panda di Indonesia, Jansen Manansang mengatakan kelahiran Rio menjadi simbol keberhasilan konservasi di Indonesia.

"Terdapat empat aspek yang diprioritaskan Taman Safari Indonesia, yakni memperdalam kerja sama ekologi internasional, integrasi lintas budaya, mendorong penelitian ilmiah dan teknologi lintas negara, mendorong pengembangan industri," tutup Jansen. (*)

KEYWORD :

Satrio Wiratama Bayi Panda Taman Safari Indonesia Bogor Jabar Prabowo Subianto Istana Panda




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :