Kamis, 08/01/2026 10:41 WIB

Ponsel Berisi Data Rahasia Regulator Nuklir Jepang Hilang di China





Pegawai Badan Regulasi Nuklir Jepang (Nuclear Regulation Authority/NRA) dilaporkan kehilangan ponsel dinas yang berisi informasi bersifat rahasia di China

Pembangkit nuklir Jepang (Foto: Straits Times)

Jakarta, Jurnas.com - Seorang pegawai Badan Regulasi Nuklir Jepang (Nuclear Regulation Authority/NRA) dilaporkan kehilangan ponsel dinas yang berisi informasi bersifat rahasia saat berada di China.

Insiden ini kembali menyorot lemahnya pengelolaan keamanan internal otoritas nuklir Jepang, di tengah upaya pemerintah memulihkan kepercayaan publik terhadap energi atom.

Dikutip dari Straits Times pada Rabu (7/1), NRA tidak dapat memastikan apakah data yang tersimpan di ponsel tersebut telah bocor atau diakses pihak lain.

Otoritas tersebut mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang segera setelah insiden diketahui, yakni pada November lalu.

Menurut seorang pejabat NRA yang enggan disebutkan namanya, ponsel yang hilang merupakan perangkat resmi milik lembaga dan menyimpan data seperti nama serta informasi kontak pegawai NRA. Pegawai terkait melaporkan bahwa perangkat tersebut diduga hilang di area bandara.

"Pegawai tersebut menyampaikan bahwa ponsel itu kemungkinan tertinggal atau hilang di bandara saat perjalanan pribadi," ujar pejabat NRA kepada Bloomberg News pada Rabu (7/1).

Pihak NRA menolak mengungkap secara rinci negara tempat ponsel tersebut hilang, dengan alasan kejadian berlangsung ketika pegawai bersangkutan sedang bepergian untuk kepentingan pribadi.

Namun, kantor berita Kyodo menyebut pegawai tersebut sempat menghubungi otoritas bandara di Shanghai setelah menyadari ponselnya hilang, tetapi perangkat itu tidak berhasil ditemukan.

Peristiwa ini menambah daftar kelalaian yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pengawasan nuklir di Jepang. Padahal, pemerintah Tokyo saat ini tengah mendorong pengaktifan kembali reaktor-reaktor nuklir yang sebelumnya dihentikan.

Sebelumnya, pada 2023, seorang pegawai Tokyo Electric Power Company (TEPCO) operator pembangkit nuklir terbesar di dunia, dilaporkan kehilangan setumpuk dokumen penting setelah meletakkannya di atas mobil dan kemudian berkendara pergi.

Kasus terbaru ini juga muncul tak lama setelah sebuah perusahaan listrik regional mengumumkan kemungkinan adanya pelanggaran dalam proses penyusunan data keselamatan utama. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat kembali rencana pengoperasian ulang pembangkit nuklir mereka.

Sebagai catatan, Jepang hingga kini masih menghadapi proses regulasi yang ketat dalam menghidupkan kembali sebagian besar reaktor nuklirnya, yang ditutup pasca bencana nuklir Fukushima pada 2011.

Proses panjang ini dimaksudkan untuk menjamin keselamatan, namun berbagai insiden internal justru kembali menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

KEYWORD :

Pejabat Nuklir Jepang Data Rahasia Nuklir Ponsel Hilang di China




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :