Tentara Kolombia di perbatasan Venezuela (Foto: Straits Times)
Cucuta, Jurnas.com - Sejumlah komandan gerilyawan asal Kolombia mencoba melarikan diri dari Venezuela, setelah serangkaian aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Caracas, yang berujung pada tergulingnya pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Pihak Bogota telah lama mencurigai bahwa pimpinan kelompok bersenjata kuat seperti Tentara Pembebasan Nasional (ELN) yang dikenal mengendalikan jalur penyelundupan kokain di sepanjang perbatasan, serta faksi-faksi dari mantan pasukan gerilya FARC tinggal dan berlindung di Venezuela.
Para ahli keamanan mengatakan ELN memiliki basis belakang di dalam wilayah Venezuela yang selama ini ditoleransi oleh pemerintahan Maduro, meskipun klaim tersebut dibantah oleh yang bersangkutan, sebagaimana dikutip dari Straits Times pada Rabu (7/1).
Seorang perwira Angkatan Bersenjata Kolombia, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim, mengatakan bahwa dia telah menerima laporan tentang para pemimpin gerilya yang berupaya menyeberang kembali ke wilayah Kolombia, setelah serangan yang dilakukan Washington pada akhir pekan lalu.
Kementerian Pertahanan Kolombia menyatakan bahwa keberadaan tokoh-tokoh gerilya tersebut di sepanjang perbatasan merupakan ancaman serius terhadap keamanan nasional pascapergantian rezim di Venezuela.
Dalam perkembangan terkait, pemimpin Venezuela yang digulingkan dikirim ke New York untuk menghadapi proses hukum, memicu peringatan dari Bogota tentang kemungkinan meningkatnya serangan serta pengerahan ribuan pasukan ke sepanjang lebih dari 2.200 kilometer garis perbatasan kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat memperingatkan Presiden Kolombia Gustavo Petro untuk “waspada terhadap keselamatan dirinya sendiri”. Menanggapi hal tersebut, Petro menyatakan kesiapannya mengangkat senjata demi tanah air.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gerilyawan Kolombia Amerika Serikat Konflik Venezuela



























