Ilustrasi - bekerja di depan laptop (Foto: Reina Lovefull/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Banyak pengguna laptop mengeluhkan perangkat cepat panas saat dipakai bekerja, bermain gim, atau melakukan editing.
Masalah ini sering dianggap sepele, padahal suhu berlebihan bisa merusak komponen dan memperpendek usia perangkat.
Memahami penyebabnya membantu kita mencegah kerusakan sejak dini.
Laptop dirancang dengan sistem pendingin, berupa kipas dan ventilasi, untuk menjaga suhu tetap stabil. Namun, ketika beban kerja terlalu berat atau sirkulasi udara terhambat, panas menumpuk dan membuat perangkat overheat. Tanda-tandanya antara lain suara kipas yang bising, performa melambat, bahkan laptop tiba-tiba mati sendiri.
Salah satu penyebab utama adalah penumpukan debu di ventilasi. Debu menghalangi aliran udara dan memaksa kipas bekerja lebih keras. Selain itu, kebiasaan menggunakan laptop di kasur atau bantal membuat lubang ventilasi tertutup sehingga panas tidak bisa keluar.
Beban kerja berlebihan juga memicu kenaikan suhu. Membuka banyak aplikasi berat sekaligus — seperti gim, software desain, dan browser dengan banyak tab, membuat prosesor dan kartu grafis bekerja maksimal. Jika berlangsung lama, panas meningkat drastis.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah pasta termal yang mengering. Pasta ini berfungsi menghantarkan panas dari prosesor ke heatsink. Seiring waktu, kualitasnya menurun sehingga panas sulit dilepaskan. Pada perangkat yang berusia beberapa tahun, penggantian pasta termal dapat membantu.
Untuk mencegah laptop overheat, langkah sederhana dapat dilakukan. Pertama, jaga ventilasi tetap bersih, gunakan blower atau lap kering secara berkala.
Kedua, hindari menutup ventilasi saat memakai laptop; gunakan meja datar atau cooling pad agar aliran udara lancar. Ketiga, atur beban kerja: tutup aplikasi yang tidak dipakai dan kurangi tab yang berlebihan.
Pengguna juga bisa mengaktifkan mode hemat daya atau performance balance ketika tidak membutuhkan kinerja maksimal. Pastikan pula perangkat lunak dan driver selalu diperbarui, karena pembaruan sering membawa perbaikan manajemen panas.
Jika laptop tetap panas meski sudah dirawat, segera periksa ke teknisi tepercaya. Mengabaikan masalah overheat dapat berujung kerusakan motherboard, baterai, hingga kehilangan data.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Laptop Overheat Tips mengatasi Laptop panas laptop lemot




























