Ilustrasi air laut yang rasanya asin (Foto: Pexels/Manoo Media)
Jakarta, Jurnas.com - Pernah kamu bertanya-tanya mengapa air laut rasanya asin. Ternyata jawaban atas pertanyaan itu pernah dibahas oleh Abu Nawas, seorang penyair terkenal yang hidup pada zaman Bani Abbasiyah tepatnya saat Khalifah Harun Ar-Rasyid berkuasa.
Mulanya pembahasan itu mengemuka ketika Raja Harun Ar-Rasyid dibuat bingung oleh pertanyaan soal rasa air laut. "Kenapa air laut itu asin," kira-kira begitu pertanyaan yang menghantui sang raja itu hingga harus memanggil Abu Nawas untuk mengetahui jawabannya.
Singkat cerita, dikisahkan, suasana istana menjadi hening ketika Raja kembali menanyakan, “Kenapa air laut asin?” Semua orang seolah menahan napas, penasaran dengan jawaban Abu Nawas. Para penasihat pucat, takut jika jawaban jenaka itu membuat Raja marah.
Abu Nawas berdiri di tengah aula, mengelus jenggot sambil menatap kanan kiri seperti dalang yang siap memainkan wayangnya. Dengan suara tenang, ia berkata, “Baginda Raja, jawabannya begitu dalam sehingga hamba butuh persiapan khusus.”
Raja mengetuk tongkatnya ke lantai, penasaran, sementara para menteri menelan ludah. Abu Nawas meminta segelas air laut, sepiring ikan asin, dan kursi empuk, sambil tersenyum licik, dan Raja menyanggupinya dengan sedikit heran.
Setelah duduk, Abu Nawas menyesap sedikit air laut, meringis, lalu menawarkan kepada Raja yang hanya mengibaskan tangan. Ia mulai mengurai pertanyaan dengan jenaka, “Apakah Baginda tahu sejak kapan laut itu asin, atau siapa yang pertama kali mencicipinya?” Raja menggeleng, memberi Abu Nawas waktu untuk bersandiwara.
Rakyat tertawa ketika Abu Nawas menjawab, “Laut asin karena banyak orang penasaran menjilatinya, termasuk Baginda sendiri.” Raja memukul lantai, tapi senyum kecil tak bisa ditahan di sudut bibirnya. Abu Nawas sengaja mengulur waktu, bercerita tentang ikan yang menangis, keringat manusia yang asin, dan rahasia laut yang pandai menyimpan rasa.
Mengapa Air Laut Rasanya Asin? Ini Penjelasannya
Meski Raja menuntut jawaban serius, Abu Nawas tetap tenang dan jenaka. Ia bahkan membawa bukti penelitian berupa garam dan kuah ikan asin, membuat alun-alun pecah dengan tawa rakyat yang tak terbendung.
Keesokan harinya, Abu Nawas datang dengan karung besar berisi garam dapur. Ia menjelaskan bahwa laut asin karena para jin tukang masak menaburkan garam agar tetap asin, sementara air sumur tak bisa menyimpan rahasia itu. Raja ingin marah, tapi akhirnya ikut tersenyum mendengar logika jenaka Abu Nawas.
Di perjalanan lain, Abu Nawas juga menambahkan jawaban sederhana namun lucu bahwa air laut asin karena para leluhur menambahkan garam agar tidak busuk. Raja tertawa terpingkal, dan perjalanan mereka berlanjut penuh canda, membuat rakyat ikut gembira.
Kisah Abu Nawas dengan Raja ini menjadi legenda karena mengajarkan bahwa humor dan kecerdikan bisa menyampaikan jawaban, bahkan pada pertanyaan serius sekalipun. Meski jawaban terdengar konyol, rakyat tetap belajar sambil tertawa, dan Raja akhirnya tersenyum puas. (*)
Sumber: Berbagai sumber
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Air Laut Abu Nawas Harun Ar-Rasyid



























