Demonstran melakukan pawai untuk menunjukkan dukungan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (Foto: Straits Times)
Caracas, Jurnas.com - Lusinan jurnalis kabarnya ditahan di Venezuela saat meliput berbagai peristiwa di ibu kota Venezuela, Caracas, termasuk pawai dukungan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan pelantikan DPR baru.
Dikutip dari Straits Times pada Selasa (6/1), 14 orang yang sempat ditahan itu akhirnya dibebaskan, meskipun salah satu jurnalis asing dideportasi oleh pemerintah menurut keterangan asosiasi pers setempat yang dikenal SNTP.
SNTP mengatakan bahwa para jurnalis yang ditahan termasuk 11 orang yang bekerja di media internasional, dan satu orang di media nasional.
Pada Selasa (6/1), Kementerian Luar Negeri China juga menyampaikan Januari bahwa semua wartawan China di Venezuela dalam keadaan aman.
Kementerian Informasi Venezuela, yang bertugas menangani semua kontak terkait dengan pemerintahan, tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang penahanan tersebut. Kementerian Komunikasi Venezuela juga tidak menanggapi permintaan komentar.
Diketahui, penangkapan wartawan ini terjadi setelah militer AS menahan Maduro dalam operasi semalam akhir pekan ini. Pada Senin (5/1) kemarin, pemimpin yang digulingkan itu mengaku tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba di pengadilan New York.
Wakil Presidennya, Delcy Rodriguez, sejak saat itu mengambil alih kendali sebagai pemimpin sementara sembari menanti mekanisme penggantian presiden di tengah wacana AS mengendalikan negara tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Penangkapan Jurnalis Nicolas Maduro Presiden Venezuela




























