Kamis, 08/01/2026 01:13 WIB

Serangan AS ke Venezuela, Indonesia Perlu Waspadai Dampak Gangguan Logistik





Kenaikan biaya bunker dan penyesuaian surcharge pelayaran berpotensi meningkatkan biaya freight pada rute lintas Pasifik maupun rute dengan transit di hub utama

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi dalam sebuah seminar logistik. Foto: sci/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – Pemerintah Indonesia harus mewasapadai dampak dari serangan militer Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela dan sekaligus menangkap Presiden Nicolas Maduro.

“Langkah AS tersebut dipastikan memicuk ketegangan geopolitik global. Stabilitas pasokan energi dan kelancarana rantai pasok global juga berpotensi terganggu,” kata Founder dan CEO Supplay Chain Indonesia (SCI) Setijadi, Selasa. (6/1/2026).

Indonesia saat ini tengah berupaya memperluas memperluas diversifikasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Amerika Selatan melalui berbagai inisiatif kerja sama perdagangan. Sehingga gangguan geopolitik di negara produsen energi seperti Venezuela berisiko memicu volatilitas harga minyak global yang pada akhirnya berdampak pada biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional.

Kenaikan biaya bunker dan penyesuaian surcharge pelayaran berpotensi meningkatkan biaya freight pada rute lintas Pasifik maupun rute dengan transit di hub utama global.

“Kondisi ini dapat menekan daya saing harga produk ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas manufaktur dan produk bernilai tambah menengah yang sensitif terhadap biaya logistik,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, SCI menyarankan penguatan supply chain resilience bagi eksportir Indonesia. “Diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran,” ujarnya.

Eksportir juga agar proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak ekspor, khususnya yang berkaitan dengan jadwal pengiriman, mekanisme penyesuaian biaya logistik, serta pengaturan force majeure.

Selain itu, eksportir perlu meningkatkan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang. “Strategi ini bertujuan menjaga service level dan kepercayaan pasar, meskipun terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional,” katanya.

KEYWORD :

Serang Venezuela Founder SCI Setijadi Dampak logistik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :