Logo perusahaan Nestle (Foto: Straits Times)
Zurich, Jurnas.com - Perusahaan makanan asal Swiss, Nestle, mengumumkan penarikan kembali (recall) sejumlah produk susu formula bayi dari beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Austria, Denmark, Italia, dan Swedia.
Dalam keterangan resmi yang dikutip Straits Times pada Selasa (6/1), Nestle melakukan penarikan usai mendeteksi masalah kualitas pada bahan baku yang diperoleh dari salah satu pemasok utama.
"Nestle telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terdampak," demikian keterangan Nestle.
"Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait dengan produk-produk yang terlibat," perusahaan itu menambahkan.
Nestle juga memastikan perusahaan sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang di negara-negara tersebut, guna memastikan berbagai langkah tindak lanjut yang perlu diambil.
"Nestle meyakinkan para orang tua dan pengasuh bahwa pihaknya sedang menerapkan tindakan yang tepat, termasuk penarikan produk jika diperlukan," ujar Nestle.
Sementara itu, Nestle Prancis melakukan penarikan secara sukarela sebagai langkah pencegahan. Pasalnya, investigasi menemukan bahwa susu bayi merek Guigoz dan Nidal menunjukkan adanya cereulide, racun yang memicu masalah perncernaan.
Perusahaan juga mengunggah gambar di versi situs web lokal yang menunjukkan nomor batch produk yang terpengaruh, dan dijual dengan nama berbeda. Di Jerman, produk tersebut bernama Beba dan Alfamino.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Susu Beracun Susu Formula Nestle Penarikan Produk




























