Rabu, 07/01/2026 23:28 WIB

6 Fakta tentang Imam Syafi`i yang Lahir di Gaza Bulan Rajab





Muhammad ibn Idris asy-Syafi`i (Imam Syafi’i), dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam

Ilustrasi - Fakta tentang Imam Syafi`i yang Lahir di Gaza Bulan Rajab (Foto: FS UIN Antasari)

Jakarta, Jurnas.com - Muhammad ibn Idris asy-Syafi`i (Imam Syafi’i), dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Ia bukan hanya pendiri Mazhab Syafi’i, tetapi juga peletak ilmu ushul fikih yang hingga kini menjadi rujukan dunia Islam. 

Imam Syafi’i lahir pada bulan Rajab, bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam, tepatnya pada tahun 150 Hijriah (767 Masehi) di Gaza, Palestina.

Berikut beberapa fakta menarik tentang Imam Syafi’i yang menggambarkan perjalanan hidupnya, dihimpun dari berbagai sumber.

1. Lahir pada Bulan Rajab

Imam Syafi’i lahir pada akhir bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang memiliki keutamaan khusus. Bulan ini dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak ibadah.

Kelahiran Imam Syafi’i pada bulan ini sering dikaitkan dengan keberkahan besar yang dibawanya bagi umat Islam, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan fikih.

2. Ketika Lahir, Bertepatan dengan Wafatnya Imam Abu Hanifah

Tahun kelahiran Imam Syafi’i, yaitu 150 Hijriah, juga merupakan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah, pendiri Mazhab Hanafi. Banyak ulama yang mengaitkan hal ini sebagai pertanda bahwa kepergian salah satu imam besar diiringi dengan kelahiran tokoh besar lainnya yang akan melanjutkan perjuangan dalam mengembangkan ilmu Islam.

3. Menghafal Al-Qur`an pada Usia Muda

Imam Syafi’i menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak kecil. Beliau menghafal Al-Qur`an sepenuhnya pada usia tujuh tahun, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk seorang anak muda. Selain itu, beliau juga menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 10 tahun, menunjukkan ketekunan dan kecintaannya terhadap ilmu sejak usia dini.

4. Murid Imam Ja‘far ash-Shadiq

Salah satu guru awal Imam Syafi’i adalah Imam Ja‘far ash-Shadiq, ulama besar Ahlul Bait. Dari beliau, Imam Syafi’i menimba ilmu hadis, fikih, hingga akhlak. Hubungan ini menjadikan Imam Syafi’i jembatan penting antara tradisi ilmu Ahlul Bait dan ulama Madinah.

Selain Imam Ja‘far, Imam Syafi’i belajar langsung dari Imam Malik bin Anas di Madinah. Ia juga mempelajari sebagian ilmu dari murid-murid Imam Abu Hanifah, sehingga ilmunya memadukan pendekatan hadis dan rasionalitas.

5. Pendiri Mazhab Syafi’i

Imam Syafi’i adalah pendiri Mazhab Syafi’i, salah satu dari empat mazhab fikih utama dalam Islam. Metode fikih yang dikembangkan oleh beliau menggabungkan Al-Qur`an, Sunnah, ijma` (konsensus ulama), dan qiyas (analogi). Pendekatan ini membuat Mazhab Syafi’i menjadi salah satu mazhab yang paling diikuti di dunia Islam, terutama di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

6. Ahli dalam Ilmu Bahasa Arab

Selain menjadi ahli dalam ilmu fikih dan hadis, Imam Syafi’i juga dikenal sebagai pakar bahasa Arab. Beliau memiliki kemampuan luar biasa dalam sastra Arab dan bahkan menjadi rujukan dalam memahami keindahan bahasa Al-Qur`an. Kemahirannya ini membantu beliau dalam menafsirkan teks-teks agama dengan sangat mendalam dan terstruktur.

KEYWORD :

Imam Syafi`i Gaza Palestina Bulan Rajab Mazhab Syafi`i




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :