Ilustrasi sakit jantung (Foto: Pexels: Freestocks)
Jakarta, Jurnas.com - Diabetes tipe 2 selama ini dikenal meningkatkan risiko gagal jantung, namun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa diabetes bukan sekadar “beriringan” dengan penyakit jantung, melainkan secara aktif mengubah cara jantung bekerja hingga ke tingkat paling dasar.
Studi yang dipimpin peneliti Universitas Sydney, Benjamin Hunter dan Sean Lal, menganalisis jaringan jantung manusia hasil donor transplantasi. Jaringan tersebut dibandingkan langsung dengan jantung sehat, memberi gambaran langka tentang dampak diabetes pada jantung manusia secara nyata.
Hasilnya menunjukkan bahwa diabetes meninggalkan jejak jelas pada jantung. Perubahan terjadi pada gen yang aktif, protein yang mengatur kontraksi dan aliran kalsium, hingga struktur mikroskopis otot jantung itu sendiri.
Peneliti menemukan bahwa kombinasi diabetes dan penyakit jantung iskemik membentuk profil molekuler yang unik. Diabetes mengganggu cara jantung memproduksi energi, mempertahankan struktur saat berada di bawah tekanan, dan memompa darah secara efisien.
Masalah energi menjadi kunci. Jantung sehat mampu beralih fleksibel antara lemak, glukosa, dan keton sebagai sumber energi, namun diabetes menghambat proses ini karena resistensi insulin membuat penyerapan glukosa terganggu.
Akibatnya, mitokondria, pembangkit energi sel, mengalami stres berat. Ketika produksi energi terganggu, setiap detak jantung menjadi lebih sulit dipertahankan, terutama pada pasien dengan gagal jantung lanjut.
Dampak tersebut tidak berhenti di metabolisme. Penelitian juga menemukan penurunan protein penting untuk kontraksi jantung dan pengaturan kalsium, disertai penumpukan jaringan fibrotik yang membuat jantung lebih kaku dan kurang efisien.
Analisis genetik menguatkan temuan ini, menunjukkan bahwa jalur yang mengatur energi dan struktur jaringan jantung sama-sama berubah akibat diabetes. Dengan kata lain, gangguan metabolik dan kerusakan struktural berjalan beriringan.
Temuan ini penting mengingat penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian utama, sementara jutaan orang hidup dengan diabetes tipe 2. Studi ini menegaskan bahwa diabetes adalah pendorong aktif perburukan gagal jantung, bukan sekadar faktor risiko tambahan.
Dengan memahami kerusakan sejak tingkat molekuler, dokter berpeluang mendeteksi gangguan lebih dini. Intervensi yang menargetkan fungsi mitokondria atau mencegah pembentukan fibrosis bisa dilakukan sebelum gagal jantung menjadi permanen.
Para peneliti menilai hasil ini dapat membuka jalan bagi strategi pengobatan baru serta memperkuat kolaborasi antara kardiologi dan endokrinologi. Pendekatan terpadu dinilai krusial untuk meningkatkan perawatan jutaan pasien di seluruh dunia.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal EMBO Molecular Medicine dan menambah bukti bahwa diabetes meninggalkan dampak yang jauh lebih dalam pada jantung daripada yang selama ini terlihat di permukaan. (*)
Sumber: Earath
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Diabetes merusak jantung Diabetes tipe 2 Penyakit jantung Dampak diabetes pada jantung




























