Rabu, 07/01/2026 22:50 WIB

Serang Venezuela, SDI: Pesan Trump pada Dunia, Semua Harus Waspada!





Serangan Amerika Serikat ke Venezuela sangat krusial,  kedaulatan dilanggar, etika persahabatan antar negara juga dilanggar, Human Right juga dilanggar.

Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Dunia dihentakkan di awal tahun 2026 kala pasukan elit Amerika Serikat (AS) berhasil menculik Presiden Venezuela di negaranya sendiri bersama dengan istrinya untuk diadili dengan hukum yang berlaku di negara Amerika.

Hal tersebut tentu saja menimbulkan respon dari berbagai pihak di seluruh dunia, bahkan para analis politik internasional hingga beberapa tokoh tokoh negara lain memberikan reaksi yang mempertanyakan maksud Presiden Amerika Serikat Doland Trump melakukan hal tersebut.

Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih, Selasa (6/1/2026), berpendapat bahwa ini merupakan pesan komunikasi politik yang sangat penting dari Trump kepada dunia. “Hal ini harus diwaspadai oleh seluruh pemimpin dunia,” ujar Frans.

Di dalam pergaulan internasional sebenarnya sudah diatur hal hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh suatu negara kepada negara lain. Bahkan sebenarnya United Nations sudah mempersiapkan beberapa perangkat untuk memfasilitasi apabila ada sengketa antarnegara atau beragam jenis pelanggaran lain. “Tetapi apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada Presiden Venezuela jelas merusak tatanan yang sudah dibangun selama ini,” ungkap Frans.

Setiap negara harus mengakui kedaulatan negara lain, terlepas apakah pemimpin negara menimbulkan efek yang kurang menyenangkan kepada negara lain. “Penyerbuan langsung ke tempat Presiden Venezuela tentu saja merupakan operasi intelijen yang diduga melibatkan orang orang terdekat, karena bisa mengetahui secara pasti lokasi dimana Presiden Venezuela berada,” jelas Frans.

Alasan Trump melakukan itu melalui beberapa kanal berita internasional adalah karena perdagangan narkotika dan juga masalah minyak Amerika.

Sebagaimana diketahui Venezuela merupakan negara nomer satu di dunia yang memiliki cadangan minyak terbesar disusul oleh Saudi, Iran dan Kanada.

“Kalau kita perhatikan dari 10 besar pemilik cadangan terbesar minyak dunia beberapa sudah menjadi mitra strategis Amerika,” ujarnya.

Venezuela dan juga Iran jelas berbeda pandangan terus terhadap Amerika. Bisa dilihat juga bagaimana Amerika tahun 2025 terlibat perang antara Israel dan Iran, bahkan Trump dalam pidatonya mengultimatum akan turun tangan ke Iran apabila pemerintah Iran melakukan penganiayaan terhadap demonstran yang ada di Iran.

“Demonstrasi di Iran sudah berlangsung beberapa hari dan juga sudah memakan korban jiwa,” ungkap Frans.

Dari hal hal tersebut di atas kalau diamati semenjak Trump berkuasa dan mendirikan Departemen Perang di kabinetnya hal ini menunjukkan Trump ingin menyampaikan bahwa Amerika adalah Nomor 1 dunia dan tidak ada yang mampu melawan Amerika.

“Saya lihat ini harus dicermati oleh para pemimpin dunia, dan harus waspada menjaga keamanan negaranya masing masing. Karena bisa saja dengan alasan tertentu akan menyerang negara lain atau bahkan menculik pemimpin negara lain karena dianggap merugikan Amerika,” jelas Frans.

Frans menegaskan, serangan Amerika Serikat ke Venezuela sangat krusial,  kedaulatan dilanggar, etika persahabatan antar negara juga dilanggar, Human Right juga dilanggar karena terjadi pemaksaan sepihak.

“Yang saya khawatirkan apabila ini menjadi preseden buruk ke depannya, bisa saja negara lain mencontoh apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada Venezuela untuk melakukan tindakan menyerang negara lain yang sisi pertahanannya lebih lemah,” tegas Frans.

“Intinya menurut saya setiap negara perlu meningkatkan kewaspadaan, dan kedaulatan negara harus dijaga benar, dan etika persahabatan antar negara harus dijunjung tinggi, dan juga sistem pertahanan negara harus ditingkatkan agar negara lain tidak bisa melakukan serangan mendadak terhadap suatu negara,” imbuhnya.

“Selain itu United Nations menurut saya harus membahas masalah ini secara serius dan meminta agar Trump menjelaskan alasannya dan kenapa mengindahkan etika persahabatan antarnegara terutama terhadap Presiden yang secara resmi masih berkuasa di suatu negara,” tutup Frans.

KEYWORD :

Serang Venezuela Frans Saragih Dunia harus waspada




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :