Rabu, 07/01/2026 15:23 WIB

Apa yang Terjadi Jika Semua Antibiotik Tidak Lagi Ampuh?





Pemantauan WHO yang melibatkan laboratorium lebih dari 100 negara mencatat resistensi antibiotik naik lebih dari 40% dalam lima tahun terakhir

Ilustrasi antibiotik (Foto: Pexels/Pixabay)

Jakarta, Jurnas.com - Bayangkan satu dunia di mana setiap infeksi bakteri bisa kebal obat. Belakangan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa satu dari enam infeksi bakteri umum kini tidak lagi merespons antibiotik atau resisten, menandai awal dari krisis kesehatan global.

Pemantauan WHO yang melibatkan laboratorium lebih dari 100 negara mencatat resistensi antibiotik naik lebih dari 40% dalam lima tahun terakhir, dimikian dikutip Earth. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan Mediterania Timur paling parah, dengan satu dari tiga infeksi tidak lagi merespons pengobatan utama. Di Afrika, satu dari lima infeksi sudah resisten, diperburuk keterbatasan fasilitas kesehatan dan diagnosis terlambat.

Bagaimana jika tren ini terus berlanjut? Dikutip dari berbagai sumber, bakteri berbahaya seperti Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae semakin kebal terhadap antibiotik lini pertama untuk infeksi darah. Lebih dari separuh kasus Klebsiella bahkan tidak lagi merespons sefalosporin generasi ketiga, obat yang selama ini menjadi andalan rumah sakit.

Apa jadinya jika semua antibiotik lini pertama dan terakhir gagal? Infeksi sederhana seperti luka, radang tenggorokan, atau infeksi saluran kemih bisa berubah menjadi risiko kematian. Operasi, transplantasi, dan kemoterapi pun menjadi berbahaya karena tanpa antibiotik pencegah infeksi, komplikasi melonjak drastis.

Saat antibiotik terakhir seperti karbapenem ikut kehilangan efektivitas, pasien terpaksa menerima obat lama yang lebih toksik, rawat inap menjadi lebih panjang, dan risiko kematian meningkat. Hal ini menimbulkan tekanan berat pada sistem kesehatan dan membengkak biaya medis.

Seberapa besar dampak resistensi antibiotik bagi dunia? Saat ini, jutaan kematian setiap tahun sudah terkait infeksi resisten, melebihi HIV dan malaria. WHO memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, kematian akibat infeksi kebal obat bisa melonjak tajam pada 2050, terutama pada kelompok lansia.

Namun, masih ada harapan. Strategi One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dapat membantu mencegah dunia memasuki era pasca-antibiotik. Mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak perlu, memperkuat laboratorium, dan meningkatkan edukasi publik menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan obat yang tersisa serta kesehatan manusia. (*)

KEYWORD :

Dunia tanpa antibiotik Resistensi antibiotik Era pascaantibiotik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :