Ilustrasi batuk akibat ISPA (Foto: Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Tinggal di lingkungan yang berdebu menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan, terutama bagi saluran pernapasan. Debu yang beterbangan di udara mengandung partikel halus, bakteri, dan alergen yang dapat dengan mudah terhirup dan memicu gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi ini sering dialami oleh masyarakat yang tinggal di kawasan padat, dekat jalan raya, area proyek, atau wilayah dengan minim vegetasi.
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dengan gejala yang bervariasi, mulai dari batuk, pilek, demam, hingga sesak napas. Meski kerap dianggap penyakit ringan, ISPA bisa berkembang menjadi lebih serius apabila paparan debu terus terjadi dan daya tahan tubuh melemah.
Langkah pencegahan paling dasar adalah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Debu yang menumpuk di lantai, perabot, dan sudut ruangan sebaiknya dibersihkan secara rutin menggunakan lap atau pel basah agar partikel tidak kembali beterbangan ke udara. Membersihkan rumah secara kering justru berpotensi memperburuk kualitas udara di dalam ruangan.
Sirkulasi udara juga memegang peranan penting. Rumah dengan ventilasi yang baik memungkinkan udara kotor keluar dan digantikan dengan udara yang lebih segar. Membuka jendela pada waktu tertentu, terutama pagi hari, dapat membantu menurunkan konsentrasi debu di dalam rumah.
Rokok Elektronik Ancam Kesehatan Pernapasan
Di wilayah dengan tingkat polusi debu tinggi, penggunaan alat penyaring udara atau air purifier dapat menjadi solusi tambahan. Perangkat ini bekerja menyaring partikel mikroskopis yang tidak terlihat mata, sehingga kualitas udara dalam ruangan menjadi lebih sehat untuk dihirup.
Selain itu, kebersihan tempat tidur sering kali luput dari perhatian. Padahal, kasur, bantal, dan gorden merupakan tempat favorit debu dan tungau berkembang. Mencuci seprai dan sarung bantal secara berkala dapat mengurangi risiko iritasi saluran napas saat tidur.
Saat beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan berdebu, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang efektif. Masker dengan filtrasi baik mampu menahan partikel debu agar tidak langsung masuk ke saluran pernapasan.
Pencegahan ISPA juga perlu didukung oleh kondisi tubuh yang prima. Asupan nutrisi seimbang, terutama vitamin yang mendukung sistem imun, membantu tubuh melawan infeksi yang masuk melalui udara. Konsumsi buah dan sayur secara rutin menjadi kebiasaan penting.
Kecukupan cairan turut berperan menjaga kelembapan saluran napas. Dengan minum air putih yang cukup, lendir di saluran pernapasan tetap encer sehingga lebih efektif menangkap dan mengeluarkan partikel asing.
Bagi anak-anak dan lansia, risiko ISPA akibat debu cenderung lebih tinggi. Oleh karena itu, kelompok rentan ini perlu mendapatkan perlindungan ekstra, termasuk memastikan lingkungan tempat tinggal benar-benar bersih dan bebas asap rokok.
Jika gejala ISPA mulai muncul dan tidak membaik dalam beberapa hari, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan. Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
mencegah ISPA lingkungan berdebu kesehatan pernapasan debu udara



























