Selasa, 06/01/2026 08:24 WIB

Benarkah Kelapa Sawit Membuat Tanah Menjadi Rusak?





Perkebunan kelapa sawit kerap menjadi perbincangan karena dikaitkan dengan berbagai isu lingkungan, salah satunya kerusakan tanah.

Kebun Kelapa Sawit (Foto: Jurnas/Ilustrasi/Ist).

Jakarta, Jurnas.com - Perkebunan kelapa sawit kerap menjadi perbincangan karena dikaitkan dengan berbagai isu lingkungan, salah satunya kerusakan tanah.

Di banyak daerah, perubahan fungsi lahan menjadi perkebunan sawit memunculkan kekhawatiran akan menurunnya kualitas tanah dalam jangka panjang.

Dikutip dari berbagai sumber, kelapa sawit merupakan tanaman monokultur yang umumnya ditanam dalam skala luas. Pola tanam tunggal ini membuat struktur tanah menghadapi tekanan yang berbeda dibandingkan lahan dengan keanekaragaman tanaman.

Salah satu isu utama adalah penurunan kandungan bahan organik tanah. Pada perkebunan sawit yang dikelola secara intensif, sisa biomassa sering tidak dikembalikan ke tanah sehingga kesuburan alami berkurang seiring waktu.

Selain itu, penggunaan pupuk kimia dan herbisida secara berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan mikroorganisme tanah. Mikroba yang berperan menjaga struktur dan kesuburan tanah bisa terganggu jika input kimia tidak terkontrol.

Akar kelapa sawit yang relatif dangkal juga berpengaruh terhadap daya ikat tanah. Di wilayah dengan curah hujan tinggi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko erosi, terutama jika penutup tanah tidak dikelola dengan baik.

Namun demikian, tidak semua perkebunan sawit otomatis merusak tanah. Praktik pengelolaan berkelanjutan seperti penggunaan tanaman penutup tanah dan pengembalian tandan kosong ke lahan terbukti dapat menjaga kualitas tanah.

Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah kondisi awal lahan. Tanah yang sudah terdegradasi sebelum ditanami sawit cenderung menunjukkan penurunan kualitas lebih cepat dibandingkan lahan yang sejak awal subur.

Dari sisi ilmiah, kerusakan tanah lebih sering disebabkan oleh cara pengelolaan, bukan semata jenis tanamannya. Sawit yang dikelola tanpa memperhatikan konservasi tanah memang berpotensi mempercepat degradasi.

Sebaliknya, pada perkebunan yang menerapkan prinsip good agricultural practices, struktur tanah dapat dipertahankan bahkan diperbaiki melalui manajemen residu tanaman.

Isu kelapa sawit dan tanah juga tidak bisa dilepaskan dari tekanan ekonomi. Tuntutan produksi tinggi sering mendorong praktik yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Oleh karena itu, penting membedakan antara dampak sawit sebagai tanaman dan dampak sistem pengelolaannya. Generalisasi bahwa sawit selalu merusak tanah tidak sepenuhnya akurat.

Pendekatan berbasis konservasi menjadi kunci untuk menekan dampak negatif perkebunan sawit terhadap tanah. Tanpa itu, degradasi memang sulit dihindari.

KEYWORD :

kelapa sawit kerusakan tanah dampak sawit lingkungan perkebunan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :