Tangkapan layar unggahan Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social yang menampilkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal perang USS Iwo Jima. (Foto:Truth Social/realDonaldTrump)
Beijing, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri China meminta Amerika Serikat segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa keduanya telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.
“China menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Beijing menyampaikan keprihatinan mendalam atas apa yang mereka sebut sebagai penahanan paksa terhadap Maduro dan istrinya. Menurut China, langkah Washington tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip dasar hubungan antarnegara, serta berseberangan dengan tujuan Piagam PBB.
Pada Sabtu, Trump menyampaikan bahwa AS melancarkan operasi besar di Venezuela, menangkap Maduro dan Cilia Flores, lalu mengusir mereka dari negara itu.
Sejumlah laporan media menyebut adanya ledakan di Caracas yang dikaitkan dengan operasi Delta Force, sementara New York Times mengutip pejabat Venezuela yang menyebut sedikitnya 40 orang tewas.
Pemerintah Venezuela mengatakan tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa ia masih hidup. Trump kemudian mengunggah foto yang disebutnya menunjukkan Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima.
Media AS juga menayangkan gambar pesawat yang diduga membawa Maduro dan istrinya mendarat di New York, dikawal aparat bersenjata. Di dalam negeri AS, sebagian anggota Kongres mengecam operasi itu sebagai tindakan ilegal, sementara pemerintah menyatakan Maduro akan diadili.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan membawa kasus ini ke organisasi internasional dan meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB, yang dijadwalkan pada 5 Januari.
Rusia turut menyatakan solidaritas kepada Venezuela. Moskow menyatakan kekhawatiran atas laporan pemindahan paksa Maduro, menuntut pembebasan segera, serta mendorong upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Sumber: Sputnik–OANA Via Antara
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kementerian Luar Negeri China Amerika Serikat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Cilia Flores



























