Ilustrasi superflu (Foto: Daily Star)
Jakarta, Jurnas.com - Musim influenza A(H3N2) subclade K atau yang kerap disebut ‘superflu’ tengah menjadi perhatian kesehatan di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI menegaskan situasi hingga akhir Desember 2025 masih terkendali, dengan gejala umumnya mirip flu musiman seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Meski demikian, menjaga kebugaran tubuh tetap penting agar daya tahan tetap optimal.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, mengingatkan bahwa meskipun kasus subclade K tercatat di 62 pasien dari delapan provinsi, tren nasional menunjukkan penurunan. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker saat sakit, dan menerapkan etika batuk untuk mencegah penularan.
Selain PHBS, daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan pola makan seimbang dan hidrasi cukup. Konsumsi sayuran hijau, buah kaya vitamin C, protein tanpa lemak, serta minum air minimal dua liter per hari membantu sistem imun bekerja optimal menghadapi virus.
Olahraga teratur dan tidur berkualitas juga tak kalah penting. Jalan pagi, senam ringan, atau aktivitas fisik sederhana meningkatkan sirkulasi darah dan produksi antibodi, sementara tidur 7–9 jam per malam menjaga tubuh tetap fit.
Kemenkes menekankan vaksin influenza tahunan tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, dan komplikasi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
Dengan kombinasi PHBS, nutrisi, hidrasi, olahraga, tidur cukup, dan vaksinasi, tubuh tetap bugar dan terlindungi dari risiko superflu, sehingga masyarakat bisa tetap aktif dan produktif meski virus flu meningkat. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kebugaran Tubuh Musim Superflu influenza A(H3N2) subclade K Penerapan PHBS
























