Senin, 05/01/2026 10:21 WIB

Ini Asal Usul dan Sejarah Terbentuknya Negara Venezuela





Memahami asal-usul terbentuknya Venezuela membantu kita melihat bahwa krisis atau ketegangan politik hari ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.

Arsip - Warga Venezuela ikut serta dalam protes terhadap hasil pemilu di depan Istana Itamaraty di Brasilia, Brasil, 1 Agustus 2024 (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Venezuela dalam beberapa waktu terakhir kembali menjadi perbincangan global.

Tuduhan intervensi, tekanan diplomatik, hingga perebutan pengaruh membuat banyak orang bertanya, yaitu bagaimana sebenarnya perjalanan sejarah yang membentuk Venezuela hingga menjadi negara seperti sekarang?

Untuk memahami dinamika politik yang sering memanas, kita perlu melihat kembali akar sejarahnya, jauh sebelum negara ini berdiri sebagai republik merdeka.

Nama Venezuela sendiri bermula dari kedatangan penjelajah Spanyol pada akhir abad ke-15. Ketika melihat rumah-rumah panggung yang berdiri di atas air, mereka teringat pada kota Venesia di Italia dan menamai wilayah itu `Veneziola` atau `Venesia kecil. Pada awal abad ke-16, daerah ini kemudian resmi berada di bawah kendali Kekaisaran Spanyol.

Sistem kolonial memperkenalkan perkebunan besar dan kerja paksa, melibatkan penduduk asli serta budak Afrika untuk menghasilkan komoditas seperti kakao dan kopi yang sangat penting bagi perdagangan Spanyol di kawasan Karibia.

Memasuki abad ke-18, benih perlawanan mulai tumbuh. Pajak tinggi, ketimpangan sosial, dan monopoli perdagangan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan penduduk, terutama kaum Creole, yaitu keturunan Spanyol yang lahir di Amerika Latin.

Semangat kemerdekaan dari Revolusi Amerika tahun 1776 dan Revolusi Prancis tahun 1789 ikut menyulut gagasan kebebasan dan pemerintahan republik. Dari sinilah ide memutus dominasi Spanyol mulai berkembang.

Tokoh sentral dalam perjuangan itu adalah Simón Bolívar, yang kemudian dikenal sebagai “El Libertador.” Ia memimpin berbagai pemberontakan dan kampanye militer melawan Spanyol, melewati kekalahan, pengasingan, dan pertempuran panjang. Pada 5 Juli 1811, Venezuela pertama kali memproklamasikan kemerdekaan, meskipun Spanyol sempat kembali menguasai sejumlah wilayah setelahnya.

Perjuangan berlanjut hingga akhirnya pasukan kolonial benar-benar tersingkir pada dekade 1820-an. Venezuela kemudian menjadi bagian dari federasi besar bernama Gran Colombia bersama Kolombia, Ekuador, dan Panama. Namun, perbedaan kepentingan politik dan ekonomi membuat federasi itu bubar, dan pada 1830 Venezuela berdiri sebagai negara merdeka yang berdiri sendiri.

Meski merdeka, warisan kolonial masih membekas kuat. Ketimpangan kepemilikan tanah, perebutan kekuasaan antara elite, serta ketergantungan pada ekspor sumber daya alam menjadi masalah yang terus membayangi. Penemuan minyak dalam jumlah besar pada awal abad ke-20 membawa perubahan besar.

Venezuela menjadi salah satu produsen minyak utama dunia, tetapi pada saat yang sama bergantung sepenuhnya pada komoditas tersebut. Keuntungan besar sering kali tidak diikuti pemerataan kesejahteraan, dan situasi ini memicu ketidakstabilan politik yang datang silih berganti.

Letak strategis dan kekayaan minyak membuat Venezuela selalu berada dalam perhatian negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat. Hubungan keduanya tidak pernah benar-benar stabil, yaitu kadang bekerja sama erat, tetapi di waktu lain diwarnai konflik, tekanan ekonomi, dan perselisihan politik.

Ketegangan modern antara kedua negara pada akhirnya tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang kolonialisme, perebutan sumber daya, serta perjuangan Venezuela mempertahankan kedaulatan dan identitas nasionalnya.

KEYWORD :

Pemerintah Venezuela Amerika Serikat Donald Trump Nicolas Maduro




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :