Senin, 05/01/2026 09:34 WIB

Jarang Diketahui, Buah Aronia Ternyata Baik untuk Gula Darah dan Jantung





Aronia, atau black chokeberry, kini menarik perhatian ilmuwan karena potensinya membantu mengatur gula darah, tekanan darah, dan kesehatan usus

Buah aronia (Foto: Pertanianku)

Jakarta, Jurnas.com - Buah kecil berwarna hitam pekat ini dijuluki black gold karena kandungan gizinya yang padat. Aronia, atau black chokeberry, kini menarik perhatian ilmuwan karena potensinya membantu mengatur atau mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kesehatan usus.

Aronia berasal dari Amerika Utara dan dikenal kaya polifenol, senyawa alami dengan efek antioksidan dan antiinflamasi. Dalam beberapa tahun terakhir, buah ini mulai dipelajari bukan sekadar sebagai makanan sehat, tetapi sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit metabolik.

Penelitian terbaru yang dipimpin Dr. Stephanie M. G. Wilson dari Montana State University mengungkap peran aronia dalam melindungi tubuh dari dampak pola makan tinggi lemak. Studi ini menyoroti bagaimana jus aronia memengaruhi mikrobioma usus, sistem bakteri yang berperan besar dalam kesehatan manusia.

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menggunakan tikus dengan mikrobioma usus manusia dari donor dengan tingkat peradangan berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa suplementasi aronia memberi perlindungan signifikan, terutama dengan meningkatkan bakteri Eggerthellaceae yang mampu memetabolisme polifenol.

Perubahan ini ikut memperbaiki metabolit yang berkaitan dengan kekuatan dinding usus. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aronia dapat membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan, terutama saat tubuh menghadapi tekanan akibat pola makan tidak sehat.

Namun, manfaat aronia tidak bersifat seragam untuk semua orang. Peneliti menemukan bahwa respons tubuh sangat dipengaruhi oleh kondisi awal mikrobioma masing-masing individu, membuka jalan bagi konsep nutrisi yang lebih personal.

Mereka yang memiliki tingkat peradangan lebih rendah cenderung merasakan manfaat aronia lebih kuat. Hal ini menegaskan bahwa makanan yang sama bisa memberi dampak berbeda, tergantung kondisi biologis setiap orang.

Sejumlah studi lain juga mengaitkan konsumsi aronia dengan kontrol gula darah yang lebih baik dan fungsi jantung yang lebih stabil. Kandungan antosianin dan senyawa fenolik di dalamnya diduga berperan dalam mengatur jalur metabolisme penting.

Selama ini, aronia dikonsumsi dalam bentuk jus, selai, atau bubuk, meski rasanya yang asam kerap menjadi tantangan. Karena mudah dicampur dengan buah lain, aronia kini mulai populer sebagai bahan smoothie dan produk kesehatan.

Para peneliti menegaskan bahwa aronia bukan solusi instan untuk semua masalah kesehatan. Namun, interaksinya dengan mikrobioma usus menunjukkan potensi besar sebagai bagian dari pola makan yang mendukung keseimbangan metabolik jangka panjang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers ini memperkuat gagasan bahwa perubahan kecil dalam perihal konsumsi bisa memberi dampak besar. (*)

Sumber: Earth

KEYWORD :

Buah Aronia Manfaat Aronia Buah Kaya Antioksidan Black Chokeberry




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :