Ilustrasi kelahiran Ali bin Abi Thalib dalam Ka`bah (Foto: Purnawarta)
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 13 Rajab memiliki makna istimewa dalam sejarah Islam. Pada hari inilah Ali bin Abi Thalib dilahirkan, sosok yang kelak dikenal sebagai sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW, serta salah satu figur paling berpengaruh dalam peradaban Islam.
Yang membuat kelahiran Ali bin Abi Thalib unik adalah lokasi kelahirannya, yakni di dalam Ka’bah, pusat spiritual umat Islam. Peristiwa ini dicatat dalam berbagai sumber sejarah dan riwayat klasik, menjadikannya satu-satunya tokoh dalam sejarah Islam yang lahir di tempat paling suci tersebut.
Lantas, bagaimana kisahnya? Berikut adalah ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.
Mekah malam itu sunyi dengan cara gurun yang khas, sementara angin membawa butiran pasir berbisik di setiap sudut kota. Di tengah kegelapan, Ka’bah berdiri kokoh sebagai saksi sejarah, tenang namun memuat ribuan kisah yang lahir dan pergi.
Di hadapan bangunan suci itu, Fatimah binti Asad datang perlahan, merasakan sakit persalinan yang semakin hebat. Ia berhenti sejenak dan menundukkan diri, memanjatkan doa agar kelahiran anaknya dipermudah oleh Allah.
Ini Perbedaan Orang Mukmin dan Kafir dalam Islam
Dikisahkan bahwa dinding Ka’bah terbuka, memberi jalan bagi Fatimah untuk masuk. Orang-orang yang menyaksikan terkejut dan terdiam, karena tak mampu menjelaskan peristiwa yang luar biasa itu.
Fatimah berada di dalam Ka’bah selama tiga hari, dalam doa dan ketenangan yang hanya diketahui Allah. Ketika ia keluar, ia mendekap seorang bayi laki-laki yang sehat dan bersih, diberi nama Ali, sosok yang kelak menjadi sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW.
Sejak kecil, Ali dibesarkan di rumah Nabi Muhammad SAW, tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan kejujuran, keberanian, dan kesederhanaan. Dekat dengan Nabi sejak dini membentuknya menjadi pribadi yang matang, cerdas, dan berani sebelum waktunya.
Ketika wahyu pertama turun, Ali masih remaja namun menjadi salah satu yang pertama memeluk Islam. Keberaniannya menunjukkan keteguhan iman dan kecerdasan moral yang menonjol sejak muda.
Perjalanan hidup Ali selanjutnya dikenal dengan keberanian di medan perang, kesederhanaan dalam hidup, dan keadilan dalam kepemimpinan. Semua itu bermula dari malam sunyi di hadapan Ka’bah, saat sejarah seolah menyiapkan kelahiran seorang tokoh besar, sang Putra Ka’bah itu.
Kisah kelahiran Ali bin Abi Thalib, Putra Ka’bah, bukan sekadar cerita spiritual, melainkan simbol kedekatan manusia dengan nilai tauhid, juga menegaskan kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW sejak lahir. Peristiwa dan hubungan itu membentuk perjalanan hidupnya, dari keberanian, kesederhanaan, hingga kepemimpinan yang memberi inspirasi bagi umat Islam sepanjang sejarah. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kisah Islam Ali bin Abi Thalib Putra Kabah Bulan Rajab Info Keislaman



























