Ilustrasi wortel (Foto: RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Limbah wortel yang selama ini dibuang pabrik pangan kini berpotensi menjadi bahan baku protein masa depan. Riset terbaru dari Jerman menunjukkan sisa olahan wortel dapat diubah menjadi protein nabati berkualitas tinggi lewat bantuan jamur pangan.
Studi ini menjawab dua persoalan sekaligus, yakni tingginya limbah industri makanan dan meningkatnya kebutuhan protein berkelanjutan. Alih-alih dibuang, sisa wortel dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur yang efisien dan bernilai gizi tinggi.
Limbah wortel berasal dari industri jus dan pewarna alami yang masih menyimpan gula, mineral, dan nutrisi penting. Kandungan tersebut membuatnya ideal sebagai “makanan” bagi jamur tanpa tambahan bahan kimia.
Jamur pangan tumbuh melalui miselium, jaringan halus mirip akar yang berkembang cepat dan hemat ruang. Struktur ini memiliki tekstur lembut dan berserat, sehingga cocok diolah menjadi alternatif daging nabati.
Peneliti menguji 106 jenis jamur pada limbah cair wortel oranye dan hitam untuk melihat kecepatan tumbuh dan kadar protein. Hasilnya, jamur Pleurotus djamor atau jamur tiram merah muda tampil paling stabil dan produktif di kedua jenis limbah.
Setelah itu, kondisi pertumbuhan dioptimalkan dengan pengaturan tingkat keasaman dan gula. Langkah ini meningkatkan biomassa dan kadar protein hingga lebih dari 30 persen, angka yang sebanding dengan sumber protein konvensional.
Selain tinggi protein, miselium jamur ini kaya serat, rendah lemak, dan mengandung senyawa dinding sel yang baik untuk kesehatan usus. Meski beberapa asam amino esensial lebih rendah, kekurangan tersebut mudah dilengkapi dengan biji-bijian.
Untuk menguji penerapan nyata, peneliti membuat patty dan sosis vegan berbasis miselium wortel. Panel rasa menilai produk ini lebih unggul dibanding versi berbasis kedelai dan kacang, terutama dari segi tekstur, aroma, dan rasa umami.
Penggunaan limbah wortel sebagai sumber protein juga mendukung sistem pangan sirkular. Produksi ini tidak membutuhkan lahan baru, air tambahan, atau sumber daya besar karena memanfaatkan bahan yang sudah tersedia.
“Penelitian ini menunjukkan bagaimana limbah pangan bisa diubah menjadi sumber protein berkualitas tinggi,” ujar Martin Gand dari Justus Liebig University Giessen. Menurutnya, pendekatan ini dapat menekan dampak lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Dengan siklus produksi singkat dan kebutuhan energi rendah, miselium jamur berpotensi menjadi solusi pangan ramah iklim. Limbah yang sebelumnya tak bernilai kini bisa hadir kembali di meja makan dalam bentuk baru.
Temuan ini menegaskan bahwa masa depan protein tidak selalu datang dari perluasan lahan. Dalam banyak kasus, jawabannya justru ada pada pemanfaatan cerdas dari apa yang selama ini terbuang. (*)
Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. Sumber: Earth
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Limbah Wortel Protein Nabati Ramah Lingkungan Sumber Protein





















