Sabtu, 03/01/2026 09:47 WIB

8 Cedera Paling Umum di Sepakbola dan Cara Mencegahnya





Sepakbola terlihat memang terlihat sederhana, berlari, mengoper, dan menendang bola.

Ilustrasi - sepatu sepak bola (Foto: Sky Sports)

Jakarta, Jurnas.com - Sepakbola terlihat memang terlihat sederhana, berlari, mengoper, dan menendang bola. Namun di balik itu, olahraga ini menuntut kecepatan, kekuatan, kelincahan, dan kontak fisik yang tinggi.

Karena itulah, risiko cedera sangat besar, bukan hanya pada pemain profesional, tetapi juga pada pemain amatir, siswa sekolah, hingga mereka yang bermain sekadar hobi di akhir pekan. Memahami jenis cedera yang sering terjadi sekaligus cara mencegahnya penting agar permainan tetap aman dan menyenangkan.

Cedera yang paling sering dialami pemain adalah keseleo pergelangan kaki atau ankle sprain. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kaki salah pijak, terpelintir, atau mendapat benturan saat duel. Area pergelangan menjadi nyeri, bengkak, dan sulit digunakan untuk berjalan. Pemanasan, peregangan, serta penggunaan sepatu yang sesuai dengan jenis lapangan sangat membantu mengurangi risikonya.

Cedera lain yang tak kalah umum adalah cedera hamstring, yaitu tertariknya otot bagian belakang paha akibat sprint mendadak, kurang pemanasan, atau kelelahan. Rasa nyeri biasanya terasa tajam dan membuat pemain sulit berlari. Karena itu, pemanasan dinamis dan latihan kekuatan paha sangat dianjurkan.

Cedera pada lutut juga sering terjadi, terutama pada ligamen, termasuk ACL. Cedera ini bisa muncul saat mendarat, berhenti mendadak, memutar badan, atau terkena benturan.

Lutut menjadi bengkak, tidak stabil, dan sangat nyeri. Latihan otot paha dan pinggul, teknik mendarat yang benar, dan menghindari tekel berisiko dapat mengurangi kemungkinan cedera.

Selain itu, shin splints atau nyeri tulang kering kerap dialami pemain yang berlatih terlalu keras atau bermain di lapangan yang keras. Nyeri terasa di bagian tulang kering ketika berlari.

Peningkatan intensitas latihan secara bertahap serta penggunaan sepatu dengan bantalan yang baik menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Cedera otot paha depan atau quadriceps juga sering muncul, terutama ketika menendang bola terlalu keras atau memaksakan sprint. Otot terasa kaku dan nyeri di bagian depan paha. Peregangan, hidrasi, dan istirahat yang cukup membantu menjaga otot tetap elastis.

Sementara itu, benturan saat duel udara atau terjatuh dapat menyebabkan cedera bahu, yang ditandai dengan nyeri dan kesulitan mengangkat tangan. Teknik jatuh yang benar serta latihan kekuatan bahu dan punggung diperlukan agar cedera tidak mudah terjadi.

Cedera pada pergelangan tangan umumnya dialami penjaga gawang, namun pemain lain juga bisa mengalaminya saat menahan jatuh dengan tangan.

Penggunaan pelindung dan latihan kekuatan pergelangan dapat membantu mencegahnya. Selain itu, memar akibat benturan hampir tak bisa dihindari dalam sepakbola. Meski terlihat ringan, pelindung tulang kering dan disiplin bermain sesuai aturan tetap penting untuk menguranginya.

Sebagian besar cedera sebenarnya muncul karena kurang pemanasan, latihan berlebihan, kelelahan, atau teknik gerakan yang keliru. Pemanasan dinamis selama 10–15 menit, latihan bertahap sebelum mencapai intensitas tinggi, pendinginan setelah bermain, serta istirahat yang cukup sangat berperan besar dalam menjaga tubuh tetap bugar.

Apabila cedera terjadi, sebaiknya area yang sakit diistirahatkan, dikompres es, dan ditinggikan bila bengkak. Jika rasa sakit berat atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke tenaga medis menjadi pilihan paling aman. Mengabaikan cedera kecil hanya akan memperpanjang masalah dan berpotensi memperparah kondisi.

Pada akhirnya, cedera dalam sepakbola memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa diminimalkan. Bermain dengan teknik yang benar, tidak memaksakan diri, menjaga kebugaran, serta memahami batas kemampuan tubuh akan membuat kita bisa menikmati sepakbola lebih lama—dengan tetap sehat dan aman.

KEYWORD :

Sepakbola Dunia Cedera umum pemain sepakbola




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :