Ilustrasi - kuburuan (Foto: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Sesaat setelah ruh berpisah dari jasad, manusia memasuki alam penantian yang disebut barzakh. Inilah fase yang memisahkan dunia dan akhirat, tempat manusia menunggu hingga datang hari kebangkitan.
Dalam tradisi Islam, dijelaskan bahwa orang beriman akan mendapatkan ketenangan di alam ini, karena diperlihatkan tempat tinggalnya kelak di surga sebagai kabar gembira dan penguat iman.
Allah menyinggung keberadaan barzakh dalam firman-Nya:
وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Dan di hadapan mereka ada suatu penghalang (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100)
Para ulama menjelaskan, ayat ini menunjukkan bahwa setelah kematian, manusia memasuki alam khusus sebelum dipanggil untuk mempertanggungjawabkan amalnya.
Rasulullah SAW juga menggambarkan apa yang terjadi pada manusia di alam kubur. Beliau bersabda:
Belajar Makna Taat dari Kisah Nabi Ibrahim AS
إِنَّ العَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ، وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ… فَيُرِيهِ مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنَّةِ أَوْ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya apabila seorang hamba diletakkan di dalam kuburnya dan teman-temannya telah pergi meninggalkannya, ia masih mendengar suara sandal mereka… kemudian diperlihatkan kepadanya tempat duduknya di surga atau di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memberi penjelasan bahwa manusia akan mengetahui arah kesudahannya. Bagi orang beriman, diperlihatkanlah tempatnya di surga sebagai bentuk penghormatan dan ketenangan.
Allah juga menggambarkan kemuliaan tempat tinggal orang bertakwa di surga:
لٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ
“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka kamar-kamar (di surga) yang di atasnya terdapat kamar-kamar lain yang dibangun dengan kokoh.” (QS. Az-Zumar: 20)
Ayat ini menunjukkan bahwa surga memiliki tingkatan dan kedudukan yang berbeda-beda, sesuai kadar iman dan amal seorang hamba.
Keyakinan bahwa seseorang kelak akan diperlihatkan kediamannya di surga bukan sekadar kabar gembira, melainkan dorongan agar manusia memperbaiki hidupnya.
Dunia hanyalah tempat menanam, sedangkan akhirat tempat menuai hasil. Dengan memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, dan menjaga keikhlasan, seorang mukmin berharap dapat menyambut tempat tinggalnya di surga sebagai anugerah abadi dari Allah SWT.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Kehidupan Manusia Meninggal Dunia Istana Surga

























