Ilustrasi - Ali bin Abi Thalib dalam perang khaibar (Foto: Jernih.co)
Jakarta, Jurnas.com - Nama Ali bin Abi Thalib selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah Islam. Ia bukan hanya sepupu Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menantu sekaligus sahabat terdekat yang tumbuh bersama beliau sejak kecil.
Ali lahir di Mekkah pada 13 Rajab sekitar tahun 599 atau 600 Masehi. Pada 2 Januari 2025 hari ini, betetapan dengan tanggal kelahirannya. Ali dikenal sebagai sosok yang teguh, tidak banyak bicara, namun memiliki kedalaman ilmu dan keberanian yang membuatnya dihormati kawan dan lawan.
Di balik kisah-kisah besar yang tercatat dalam sejarah, kepribadian Ali memancarkan keteladanan yang tetap relevan sampai hari ini.
Berikut beberapa keistimewaannya:
1. Masuk Islam di Usia Sangat Muda
Ali adalah salah satu orang pertama yang menerima Islam. Saat masih remaja, ia sudah memilih mengikuti ajaran Nabi SAW dengan keyakinan penuh. Keputusan ini menunjukkan kematangan hati dan keberanian untuk mengikuti kebenaran, bahkan ketika banyak orang masih meragakannya.
2. Terkenal Akan Keberanian di Medan Perang
Dalam berbagai peristiwa, Ali dikenal sebagai pejuang yang tangguh. Ia berdiri di barisan depan, melindungi Nabi dan kaum Muslimin. Keberanian ini bukan karena ambisi, tetapi lahir dari keyakinan dan rasa tanggung jawab yang besar.
3. Sosok yang Dalam Ilmunya
Banyak sahabat meriwayatkan bahwa Ali memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an, hukum, dan akhlak. Ia sering dijadikan rujukan dalam persoalan sulit. Nasihat-nasihatnya kemudian dikenal luas, mengajarkan kebijaksanaan, keadilan, dan kesederhanaan.
4. Teladan Keadilan dan Ketegasan
Saat menjadi khalifah, Ali dikenal memegang teguh prinsip keadilan. Ia tidak membedakan antara keluarga, sahabat dekat, atau rakyat biasa. Bagi Ali, kebenaran harus ditegakkan meski terasa berat.
Belajar Makna Taat dari Kisah Nabi Ibrahim AS
5. Hidup dengan Sederhana
Meski memegang kekuasaan dan dihormati banyak orang, Ali tetap memilih hidup sederhana. Ia tidak mengejar kemewahan, tidak pula memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Keteladanannya menjadi pengingat bahwa kehormatan bukan berasal dari harta, melainkan dari akhlak.
6. Cinta yang Besar kepada Nabi Muhammad SAW
Hubungan Ali dengan Nabi bukan sekadar keluarga. Ia tumbuh, belajar, dan berjuang di sisi Rasulullah. Pengabdiannya terlihat dalam setiap langkah, menjadikan hidupnya seakan cermin dari ajaran Nabi tentang keberanian, kasih sayang, dan keikhlasan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Ali bin Abi Thalib 13 Rajab Kisah Islam





















