Jum'at, 02/01/2026 15:08 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan NTT





BMKG mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Kupang, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (2/1) sampai Senin (5/1).

“Waspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang dapat terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT pada 2–5 Januari 2026,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, pada Jumat (2/1).

Gelombang tersebut berpotensi muncul di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, serta perairan selatan Flores dan Alor–Pantar, termasuk Laut Sawu.

Kondisi serupa juga dapat terjadi di Selat Sumba bagian barat, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, hingga perairan selatan Timor–Rote.

Yandri menjelaskan bahwa tekanan rendah di utara Australia memicu daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah NTT. Situasi ini mendukung munculnya hujan berintensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Di wilayah NTT, pola angin umumnya bertiup dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan 8–23 knot. Kecepatan tertinggi terpantau di sejumlah selat dan perairan utama, termasuk Selat Sape, Selat Sumba, Selat Flores–Lamakera, Selat Alor, Laut Sawu, serta perairan Sabu–Raijua dan Timor–Rote, sehingga meningkatkan risiko gelombang tinggi.

“Waspadai awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan,” katanya.

BMKG juga mengingatkan nelayan agar lebih berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan gelombang 1,25 meter. Sementara operator kapal tongkang diminta meningkatkan kewaspadaan saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter. (ANT)

KEYWORD :

Info BMKG gelombang laut Nusa Tenggara Timur Yandri Anderudson Tungga




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :