Ilustrasi Menjaga Kesehatan Anak saat Libur Awal Tahun (Foto: Refo Indonesia)
Jkarta, Jurnas.com - Libur awal tahun kerap menjadi momen yang paling dinanti anak-anak, mulai dari perjalanan keluarga hingga beragam aktivitas luar ruangan. Namun di balik euforia liburan, risiko gangguan kesehatan pada anak justru cenderung meningkat akibat perubahan cuaca, pola makan, dan intensitas aktivitas.
Situasi ini tercermin dari data Indonesia Health Insights 2025 yang dirilis Halodoc, yang menunjukkan periode akhir tahun atau momen pergantian tahun menjadi fase paling rentan terhadap penyakit musiman pada anak. Konsultasi terkait gangguan pernapasan tercatat meningkat sekitar 15 persen, sementara kasus demam melonjak hingga 27 persen, seiring tingginya kasus batuk, pilek, dan influenza di musim hujan.
Tak hanya itu, laporan tersebut juga mencatat peningkatan keluhan infeksi, gangguan mata, serta masalah kulit non-jerawat. Paparan aktivitas luar ruangan dan perjalanan panjang turut mendorong lonjakan konsultasi medis, dengan dokter umum meningkat 13 persen dan dokter anak naik 7 persen.
Tips Bangkitkan Semangat Usai Liburan Tahun Baru
Melihat tren tersebut, orang tua perlu lebih waspada agar liburan tetap berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan anak selama libur awal tahun agar tetap bugar dan aktif.
Menjaga asupan nutrisi seimbang menjadi langkah utama untuk mendukung daya tahan tubuh anak. Konsumsi sayuran hijau, buah-buahan kaya vitamin, serta protein tanpa lemak membantu tubuh anak lebih kuat menghadapi perubahan lingkungan.
Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan karena anak cenderung lebih aktif saat liburan. Mengingatkan anak minum secara berkala dan membawa air minum selama bepergian dapat mencegah dehidrasi.
Meski sedang libur, anak tetap perlu aktif bergerak agar kebugaran dan suasana hati terjaga. Aktivitas fisik ringan seperti bermain di luar rumah atau berjalan santai bersama keluarga bisa menjadi pilihan sederhana.
Pola tidur juga perlu dijaga agar tidak terlalu berantakan. Anak usia sekolah tetap membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk menjaga sistem imun dan kestabilan emosi.
Untuk mendukung daya tahan tubuh, pemberian vitamin tambahan dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan anak. Konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan agar pemberian vitamin tetap aman dan tepat.
Di tengah keramaian tempat wisata, penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan perlu terus diterapkan. Langkah sederhana ini efektif mengurangi risiko penularan penyakit.
Selain itu, paparan sinar matahari pagi juga bermanfaat untuk membantu pembentukan vitamin D dan memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Aktivitas pagi di luar rumah dapat menjadi bagian dari rutinitas sehat selama liburan.
Dengan perhatian dan langkah pencegahan yang tepat, libur awal tahun tidak hanya menjadi waktu bersenang-senang, tetapi juga tetap aman bagi kesehatan anak. Pendampingan orang tua menjadi kunci agar momen liburan berakhir dengan kondisi tubuh yang tetap optimal. (*)
Sumber: Halodoc
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kesehatan Anak Libur Awal Tahun Risiko Gangguan Kesehatan Tahun Baru
























