Spesies baru Homalomena Mamasaensis hasil temuan peneliti ITB-BRIN (Foto: Ist/ITB)
Jakarta, Jurnas.com - Kolaborasi riset antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi dan mendeskripsikan 12 spesies tanaman baru sepanjang 2025.
11 spesies baru tersebut ditemukan oleh Kurator Herbarium Bandungense SITH ITB, Arifin Surya Dwipa Irsyam bekerja sama dengan peneliti BRIN Muhammad Rifqi Hariri.
Sementara itu, satu spesies lainnya, Homalomena mamasaensis, yakni keladi liar endemik Sulawesi, begitu yang dideskripsikan oleh Arifin bersama Muhammad Rifqi Hariri dan Dr. Dian Rosleine, Kepala Herbarium Bandungense sekaligus Wakil Dekan Sumber Daya SITH ITB.
Penemuan belasan spesies ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional mampu mempercepat upaya pendataan flora Nusantara yang selama ini masih belum sepenuhnya terungkap.
Dekan SITH ITB, Dr. Indra Wibowo, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa Herbarium Bandungense SITH ITB bersama mitra riset.
Sepanjang 2025, kolaborasi ini berhasil mengungkap 12 spesies tumbuhan baru endemik Indonesia, yang terdiri atas 11 spesies dari famili Araceae serta satu spesies dari genus Syzygium (Myrtaceae) asal Sulawesi Tenggara.
"Prestasi ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi juga mengukuhkan komitmen SITH ITB dalam menginventarisasi dan menjaga kekayaan flora nasional melalui pendekatan ilmiah yang integratif, kolaboratif, dan berkelanjutan," ujar Dr. Indra dikutip dari laman resmi ITB pada Kamis (1/1).
Dia menambahkan bahwa capaian ini sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan edukasi dan konservasi bagi generasi peneliti masa depan.
Keberhasilan identifikasi spesies baru ini tidak terlepas dari pemanfaatan keunggulan fasilitas dan kepakaran masing-masing institusi.
SITH ITB berperan utama dalam pengamatan morfologi secara mendalam serta kurasi spesimen, sementara BRIN mendukung validasi temuan melalui analisis molekuler dan dokumentasi fotografi beresolusi tinggi.
"Proses identifikasi diawali dengan pengamatan morfologi yang sangat detail di Herbarium Bandungense SITH ITB. Selanjutnya, konfirmasi kebaruan jenis secara molekuler serta dokumentasi visual dilakukan di BRIN," ujar Arifin.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kolaborasi ITB-BRIN Institut Teknologi Bandung Badan Riset dan Inovasi Nasional Spesies Tumbuhan























