Buah manggis dan kulitnya memiliki banyak manfaat (Foto: Art Rachen/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Manggis, buah yang kerap dijumpai di berbagai toko buah-buahan ternyata tidak hanya memiliki sederet khasiat bagi penggemarnya. Kulit dari buah ini juga memiliki manfaat kesehatan hingga potensi ekonomi.
Demikian disampaikan oleh peneliti IPB University, Prof. Sedarnawati Yasni. Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan ini mengatakan buah manggis memiliki nilai farmakologis tinggi, karena kulit manggis memiliki kandungan bioaktif yang berkhasiat sebagai antioksidan alami dan antidiabetes.
"Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami," kata Prof. Sedarnawati dikutip dari laman resmi IPB University pada Kamis (1/1).
Kandungan-kandungan tersebut, menjadikan manggis berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku produk pangan fungsional dan farmasi.
Berbagai penelitian melaporkan bahwa senyawa bioaktif dalam manggis dapat mencegah penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker, dan Alzheimer.
"Dalam penelitian kami, ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis terbukti secara in vitro mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam hidrolisis pati menjadi glukosa," ujar dia.
"Ekstrak kulit manggis berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan bekerja sebagai antidiabetes," dia menambahkan.
Kendati demikian, dia menyebutkan hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap in vivo sebelum dikembangkan lebih luas.
"Sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya," kata Prof. Sedarnawati.
Menyikapi ketersediaan buah manggis yang melimpah saat panen raya, Prof Sedarnawati telah mengembangkan berbagai produk turunan seperti minuman kesehatan, enkapsulat nanopartikel ekstrak kulit manggis, serta fruit leather berbasis puree daging buah yang dipadukan dengan ekstrak kulitnya.
"Inovasi ini tidak hanya memperpanjang umur simpan buah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonominya," kata dia.
Dia menambahkan, proses produksi harus memperhatikan varietas, musim panen, teknik pascapanen, dan analisis laboratorium. "Ekstrak etanol 70 persen umumnya aman, tetapi tetap perlu dikaji dosis pemakaian, dilakukan uji toksisitas, stabilitas, dan kepatuhan terhadap GMP (good manufacturing practices)," ujar dia.
Untuk meningkatkan efektivitas senyawa bioaktif, Prof Sedarnawati menerapkan teknologi nanoenkapsulasi yang menjaga kestabilan senyawa xanthon dari kerusakan akibat panas atau oksidasi, sehingga lebih mudah diserap tubuh.
Meski menjanjikan, pengembangan produk dari kulit manggis masih menghadapi tantangan, seperti pasokan bahan baku berkelanjutan, efisiensi teknologi, pembiayaan, dan regulasi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Manfaat Kulit Manggis Khasiat Buah Manggis Pakar IPB University Sedarnawati Yasni






















