Kamis, 01/01/2026 20:14 WIB

Kurangi Impor, Peneliti Unair Dorong Hilirisasi Pengisi Tulang BCP





Peneliti Unair Prof. Dian Agustin Wahyuningrum mendorong hilirisasi material pengisi tulang berbasis biphasic calcium phosphate (BCP).

Peneliti Unair, Prof. Dian Agustin Wahyuningrum, mendorong hilirisasi material pengisi tulang berbasis biphasic calcium phosphate (Foto: Ist/Unair)

Jakarta, Jurnas.com - Peneliti Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga, Prof. Dian Agustin Wahyuningrum, mendorong hilirisasi material pengisi tulang berbasis biphasic calcium phosphate (BCP).

Inovasi ini merupakan hasil pengembangan Prof. Dian. Dia mengombinasikan BCP dengan conditioned medium dari stem cell. Kombinasi ini dia kembangkan untuk mengoptimalkan potensi osteogenesis atau pembentukan tulang baru.

Dia menyebut bahwa pengembangan inovasi itu berlandaskan oleh fakta sebagian besar material medis di Indonesia masih bergantung pada produk impor.

Melalui pengembangan BCP, Dian berupaya menghadirkan produk hasil hilirisasi riset dalam negeri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki keunggulan biologis.

"Harapannya BCP yang dikombinasikan dengan conditioned medium dapat mempunyai kemampuan osteogenesis yang lebih baik dibandingkan material tanpa kombinasi tersebut," ujar Dian dikutip dari laman resmi Unair pada Kamis (1/1).

Guru Besar FKG UNAIR itu menambahkan bahwa pendekatan ini masih relatif jarang dilakukan. Pasalnya, sebagian besar produk biomaterial yang beredar saat ini masih berupa single material.

Kendati demikian keunggulan ini terletak pada kemampuannya dalam mendukung regenerasi tulang sekaligus memberikan efek antibakteri. Sehingga menjadi sangat relevan dalam praktik kedokteran gigi. Mengingat kerusakan tulang sering kali berakibat dari infeksi saluran akar yang melibatkan invasi mikroorganisme.

Lebih lanjut dalam menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat, dia harus berhadapan pada beberapa tantangan agar risetnya berhasil. Dian menemukan tantangan utama pada proses pengombinasian BCP dengan conditioned medium di mana metode tersebut belum lazim.

Namun, melalui kolaborasi riset yang terarah, hambatan tersebut berhasil diatasi hingga menghasilkan inovasi yang mampu mengoptimalkan lingkungan biologis stem cell.

Melihat tingginya kebutuhan akan material pengisi tulang, Prof Dian berharap produk hasil hilirisasi riset ini dapat segera memasuki tahap pra-komersial.

Saat ini, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan PT Hexa Dental Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi material kedokteran gigi, untuk melihat peluang realisasi produk ke tahap industri.

KEYWORD :

Pengisi Tulang BCP Peneliti Unair Universitas Airlangga Dian Agustin Wahyuningrum




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :