Kalender (Foto: TBS)
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 1 Januari mungkin sudah lazim atau dikenal sebagai hari pertama tahun baru di berbagai belahan dunia. Namun, tahukah Anda bahwa penetapannya memiliki sejarah panjang yang melibatkan tradisi, perubahan kalender, dan pergeseran budaya selama ribuan tahun.
Dihimpun dari berbagai sumber, awal cerita penetapan Tahun Baru bermula pada masa pemerintahan Raja Romawi Numa Pompilius (715–673 Sebelum Masehi/SM). Pada awalnya, kalender Romawi hanya terdiri dari sepuluh bulan dan dimulai pada Maret, bulan yang dinamai dari dewa perang, Mars.
Numa kemudian menambahkan Januari (Januarius) dan Februari (Februarius), dengan Januari diambil dari nama Janus, dewa permulaan dan akhir. Meski diciptakan, Januari belum langsung dijadikan awal tahun.
Baru pada 153 SM, 1 Januari mulai digunakan sebagai permulaan kalender untuk menyinkronkan administrasi dengan siklus tahunan konsul Romawi. Namun, reformasi besar terjadi pada 46 SM ketika Julius Caesar memperkenalkan kalender Julian, yang lebih selaras dengan pergerakan matahari. Salah satu keputusan pentingnya adalah menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama tahun baru.
Meski demikian, kalender Julian memiliki kelemahan dalam sistem tahun kabisat, yang menyebabkan pergeseran tanggal dan mengacaukan perayaan tertentu.
Peristiwa Sejarah 21 Januari di Indonesia
Untuk memperbaiki masalah ini, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian pada 1582, memulihkan 1 Januari sebagai awal tahun baru secara universal.
Awalnya, perbaikan itu diterima oleh negara-negara Katolik, kalender ini baru diadopsi oleh Inggris dan koloninya pada 1752, dan oleh China pada 1912, meski tradisi Tahun Baru Imlek tetap berlangsung.
Seiring waktu, kalender Gregorian menjadi standar internasional, menjadikan 1 Januari awal tahun secara global. Namun, beberapa negara masih merayakan Tahun Baru sesuai tradisi lokal, seperti Enkutatash di Ethiopia yang jatuh pada September.
Penetapan 1 Januari juga sarat makna filosofis. Janus, dewa yang memberi nama bulan Januari, digambarkan dengan dua wajah: satu menghadap ke masa lalu, satu lagi ke masa depan. Simbol ini mengajak kita merenungkan perjalanan hidup sambil mempersiapkan diri menyongsong tahun baru.
Hari ini, 1 Januari bukan sekadar penanggalan, tetapi momen universal untuk refleksi, harapan, dan resolusi. Dari Romawi Kuno hingga kalender modern, perjalanan sejarah ini menunjukkan bagaimana manusia membentuk waktu agar bermakna dan teratur.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sejarah Tahun Baru Masehi 1 Januari Kalender Gregorian






















