Rabu, 04/03/2026 23:06 WIB

6 Novel Lawas Indonesia yang Wajib Dibaca Saat Libur Tahun Baru





Bagi pencinta sastra, novel lawas Indonesia menawarkan perjalanan kembali ke karya-karya klasik yang pernah mewarnai zaman

Ilustrasi - membaca buku saat hari libur (FOTO: UNSPLASH)

Jakarta, Jurnas.com - Libur Tahun Baru sering menjadi momen tepat untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Di sela waktu istirahat, secangkir minuman hangat dan sebuah buku dapat menghadirkan ketenangan yang jarang ditemui di keseharian.

Bagi pencinta sastra, novel lawas Indonesia menawarkan perjalanan kembali ke karya-karya klasik yang pernah mewarnai zaman. Buku-buku ini tidak hanya menyimpan cerita, tetapi juga jejak pemikiran, budaya, dan pergulatan hidup manusia Indonesia di masa lalu, yang tetap relevan hingga hari ini.

Salah satu karya legendaris yang masih sering dibaca adalah Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Novel ini mengeksplorasi percintaan, tradisi, dan benturan nilai, dengan kisah Siti Nurbaya dan Samsulbahri yang menyingkap tekanan adat serta kuatnya kuasa orang tua, tema yang terasa dekat dengan pembaca modern.

Karya Sutan Takdir Alisjahbana, Layar Terkembang, mengajak pembaca melihat semangat emansipasi perempuan melalui cerita Tuti dan Maria. Di balik narasi yang lembut, tersimpan gagasan tentang kemajuan, pendidikan, dan cara pandang modern, cocok untuk merenungi langkah di awal tahun.

Belenggu karya Armijn Pane menyingkap konflik batin dan pencarian identitas lewat tokoh Dokter Sukartono. Pergulatan antara idealisme dan kenyataan dikemas dengan bahasa puitis yang tetap tajam dan relevan bagi pembaca masa kini.

Sementara itu, Bumi Manusia dari Pramoedya Ananta Toer membawa pembaca memasuki periode kolonial dengan perspektif humanis. Melalui kisah Minke, novel ini menyoroti keberanian mempertanyakan keadilan dan kemerdekaan, menghadirkan sejarah yang hidup dan penuh refleksi.

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka menghadirkan romansa Zainuddin dan Hayati yang sarat nilai moral, kehormatan, dan takdir. Bahasa jernih dan narasi yang menyentuh menjadikan setiap halaman sebagai pelajaran tentang ketabahan menghadapi kehilangan.

Terakhir, Atheis karya Achdiat K. Mihardja mempertemukan pembaca dengan pertanyaan besar tentang iman, makna hidup, dan pergolakan pemikiran modern melalui tokoh Hasan. Novel ini cocok untuk menemani malam yang tenang, memicu refleksi di pergantian tahun.

Dengan membaca novel lawas Indonesia, liburan Tahun Baru 2026 tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga kesempatan menelusuri sejarah sastra, menumbuhkan refleksi, dan memperkaya wawasan budaya. Buku-buku klasik ini tetap mampu memberikan ketenangan sekaligus inspirasi, membuat momen libur terasa lebih bermakna.

KEYWORD :

Rekomendasi novel klasik Indonesia Novel legendaris Indonesia Buku lawas Tahun Baru 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :