Ilustrasi sedang menikmati liburan sekolah (Foto: RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah di depan mata. Libur panjang ini menjadi momen yang dinanti anak-anak setelah menjalani rutinitas akademik penuh selama enam bulan terakhir.
Akademisi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari mengatakan bahwa waktu liburan memberikan berbagai manfaat bagi anak dalam mendukung proses tumbuh kembang.
Menurut Neny, sapaannya, liburan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental anak. Pasalnya, anak-anak telah menghabiskan banyak waktu dengan rutinitas kegiatan yang menguras kemampuan kognitif, fisik, dan emosional mereka.
Karena itu, masa libur menjadi momen yang tepat untuk mengembalikan energi anak, sekaligus memberi ruang untuk mengeksplorasi pengalaman baru di luar rutinitas akademik.
"Yang sebenarnya dipulihkan ketika anak memasuki masa liburan itu adalah pengalamannya dan kondisi mentalnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, lalu dari pengalaman itu mereka merasa lebih nyaman dan memiliki cara pandang yang berbeda tentang potensi dirinya dan tentang apa yang ada di sekitarnya," kata Neny dikutip dari laman resmi Unair pada Selasa (23/12).
Kendati demikian, pengalaman baru tidak perlu hadir lewat liburan mahal. Menurut Neny, orang tua dapat merancang berbagai aktivitas sederhana di rumah yang memberi ruang bagi anak untuk keluar dari rutinitas akademik. Pada momen inilah, liburan juga dapat momentum mempererat kebersamaan antara anak dan keluarga.
"Aktivitasnya bisa apa saja, sesederhana apa pun. Misalnya di rumah anak-anak bisa diajak membuat proyek tertentu atau kalau orang tuanya punya aktivitas usaha, anak-anak bisa terlibat di sana," ujar Neny.
"Ajak anak-anak melakukan aktivitas yang selama ini tidak bisa mereka lakukan karena jadwal sekolah yang padat. Itu bisa jadi pengalaman baru untuk mereka," dia menambahkan.
Hal yang perlu digarisbawahi ialah dalam aktivitas semasa liburan, sebaiknya tidak membebani anak dengan target atau tuntutan tertentu. Hal ini justru mengurangi manfaat liburan bagi anak.
Neny menilai, masa libur harus menjadi ruang bermain dan berekspresi. Agar anak memiliki kesempatan untuk mengenali kepribadiannya serta mengeksplorasi potensi di luar rutinitas sekolah yang ketat.
"Orang tua perlu memfasilitasi aktivitas yang menggugah kreativitas anak, memberi kebebasan anak mengeksplorasi potensi-potensi positif yang mereka miliki. Sekaligus tetap memantau aktivitas anak selama libur dan menjaga kesehatannya. Baik fisik maupun mental," kata Neny.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Libur Nataru Waktu Liburan Tumbuh Kembang Anak Pakai Unair Nur Ainy Fardana Nawangsari









