Ilustrasi - seorang perempuan rambutnya rontok (Foto: Merdeka.com)
Jakarta, Jurnas.com - Rambut rontok menjadi salah satu keluhan yang kerap dialami perempuan saat memasuki masa menopause.
Perubahan hormon yang terjadi secara alami pada fase ini tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan emosional, tetapi juga berdampak pada kesehatan rambut. Memahami penyebab rambut rontok saat menopause penting agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat.
Memasuki masa menopause, tubuh perempuan mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini berperan penting dalam menjaga fase pertumbuhan rambut.
6 Tips Ampuh Cegah Sembelit saat Bepergian Jauh
Ketika kadarnya menurun, siklus rambut menjadi lebih pendek dan fase rontok berlangsung lebih lama. Akibatnya, rambut lebih mudah menipis dan rontok, terutama di bagian atas kepala dan sekitar pelipis.
Selain faktor hormonal, penuaan alami turut memengaruhi kekuatan rambut. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam memproduksi protein keratin dan melanin berkurang. Kondisi ini membuat rambut menjadi lebih rapuh, kering, dan mudah patah. Pertumbuhan rambut baru pun cenderung lebih lambat dibandingkan saat usia muda.
Stres fisik dan emosional yang kerap menyertai menopause juga dapat memperparah kerontokan rambut. Gangguan tidur, perubahan suasana hati, serta kecemasan dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium, yaitu keadaan ketika rambut lebih cepat memasuki fase rontok akibat tekanan pada tubuh. Jika tidak dikelola dengan baik, stres berkepanjangan dapat memperburuk kondisi rambut.
Faktor nutrisi turut memainkan peran penting. Kekurangan zat besi, protein, vitamin D, dan vitamin B kompleks dapat memperlemah akar rambut dan menghambat pertumbuhan rambut baru.
Pada masa menopause, penyerapan nutrisi dalam tubuh bisa menurun, sehingga kebutuhan gizi harus diperhatikan lebih serius untuk menjaga kesehatan rambut.
Cara mengatasi rambut rontok saat menopause dapat dimulai dengan menjaga keseimbangan hormon melalui pola hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, sayuran hijau, buah-buahan, serta lemak sehat dapat membantu memperkuat rambut dari dalam. Paparan sinar matahari pagi secara cukup juga bermanfaat untuk meningkatkan kadar vitamin D.
Perawatan rambut yang lembut menjadi langkah penting berikutnya. Menghindari penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi, membatasi penggunaan bahan kimia keras, serta memilih sampo dan kondisioner yang sesuai dengan kondisi rambut dapat mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut. Pijat kulit kepala secara rutin juga dapat membantu melancarkan peredaran darah dan merangsang pertumbuhan rambut.
Selain itu, mengelola stres melalui olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas relaksasi dapat membantu menekan kerontokan rambut yang dipicu faktor psikologis.
Jika kerontokan berlangsung parah dan berkepanjangan, konsultasi dengan tenaga medis atau dokter spesialis kulit dapat menjadi langkah tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Rambut rontok saat menopause memang merupakan kondisi yang umum terjadi, namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan langkah perawatan yang tepat, perempuan tetap dapat menjaga kesehatan rambut dan kepercayaan diri di masa menopause.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
tips kesehatan rambut rontok keluhan perempuan masa menopause























