Selasa, 27/01/2026 01:01 WIB

Hari AIDS Sedunia, Begini Sejarah dan Penularannya





HIV/AIDS dikenal sebagai salah satu penyakit paling berpengaruh dalam sejarah kesehatan dunia.

Ilustrasi Hari AIDS Sedunia (Foto: Pexels/Klaus Nielsen)

Jakarta, Jurnas.com - HIV/AIDS dikenal sebagai salah satu penyakit paling berpengaruh dalam sejarah kesehatan dunia. Namun perjalanan penemuannya tidak terjadi dalam satu malam. Butuh bertahun-tahun bagi ilmuwan untuk memahami dari mana penyakit ini berasal dan bagaimana penyebarannya.

Pada awal 1980-an, sejumlah dokter di Amerika Serikat menemukan kasus pneumonia yang tidak biasa menyerang pria muda yang sebelumnya sehat. Penyebabnya adalah Pneumocystis carinii, jamur yang biasanya tidak berbahaya pada orang dengan sistem imun normal. Tidak lama kemudian, muncul pula kasus kanker langka bernama Kaposi sarcoma pada kelompok yang sama.

Kasus-kasus tersebut membuat para peneliti curiga bahwa ada penyakit baru yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada 1982, penyakit ini diberi nama AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) karena menyerang sistem imun secara drastis.

Meski gejalanya mulai teridentifikasi, penyebab utamanya masih menjadi misteri. Baru pada 1983, ilmuwan dari Institut Pasteur di Prancis menemukan virus baru yang menjadi penyebab AIDS. Virus ini kemudian dinamakan HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa HIV kemungkinan besar berasal dari virus pada simpanse di Afrika Tengah, bernama SIV (Simian Immunodeficiency Virus). Penularan diduga terjadi ketika manusia berburu atau mengonsumsi daging hewan liar (bushmeat), menyebabkan virus beradaptasi dan berkembang menjadi HIV.

Catatan epidemiologi menunjukkan bahwa HIV mulai menyebar pada awal abad ke-20, jauh sebelum kasus AIDS pertama kali terdeteksi. Virus tersebut berkembang perlahan, mengikuti alur migrasi dan urbanisasi di Afrika, lalu menyebar ke berbagai negara.

Setelah identifikasi resmi HIV, para peneliti mulai mengembangkan tes diagnostik. Pada 1985, tes antibodi HIV pertama kali diluncurkan, memungkinkan deteksi dini dan upaya pencegahan penyebaran.

Dekade berikutnya ditandai dengan perkembangan pengobatan. Pada 1996, kombinasi ARV pertama kali digunakan dan dianggap titik balik dalam perang melawan AIDS. Angka kematian turun drastis sejak terapi ini diperkenalkan.

Pemahaman mengenai sejarah HIV/AIDS membantu dunia medis merumuskan strategi pengendalian yang lebih baik. Penemuan ini juga mematahkan berbagai teori salah kaprah yang beredar pada masa awal epidemi.

KEYWORD :

sejarah AIDS penemuan HIV asal-usul HIV epidemi AIDS HIV pertama kali




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :