Minggu, 30/11/2025 22:29 WIB

Sowan ke Kiai Huda Djazuli, Gus Yahya dan Gus Ipul Ditolak





Gus Yahya dan Gus Ipul terlihat bergiliran sowan ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, untuk bertemu Kiai Nurul Huda Djazuli.

Ilustrasi perseteruan Ketua Umum PBNU Gus Yahya dan Sekjen PBNU Gus Ipul (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menemui titik terang. Yang terbaru, perseteruan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf berlanjut dengan saling berebut dukungan dari para kiai pesantren.

Pada Selasa (25/11) lalu, Gus Yahya dan Gus Ipul secara bergantian sowan ke kediaman pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Dua hari kemudian, giliran Gus Yahya datang ke Ponpes Lirboyo dengan maksud meredakan ketegangan internal.

Tampaknya, Lirboyo tak cukup untuk mempertahankan atau justru menggulingkan kursi panas Ketua Umum PBNU. Sumber anonim menyebutkan bahwa keduanya juga terlihat bergiliran sowan ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, untuk bertemu Kiai Nurul Huda Djazuli.

Namun, sumber menyebut kedatangan keduanya ditolak oleh Kiai Huda Djazuli. Gus Ipul yang datang lebih awal hanya ditemui Kiai Muhammad `Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar. Begitu juga dengan Gus Yahya.

"Tidak ditemui kiai, ketemunya sama Gus Kautsar," kata sumber tersebut kepada Jurnas.com pada Minggu (30/11).

Diketahui, dua kubu saling mengklaim keabsahan di tubuh PBNU. Gus Yahya, meskipun telah dipecat melalui hasil rapat Syuriah PBNU, tetap menolak mengundurkan diri.

Sebaliknya, Syuriah PBNU menyatakan bahwa kepemimpinan Gus Yahya sudah berakhir per 26 November 2025, untuk seterusnya dilakukan rapat pleno penunjukkan ketua umum pengganti.

Pengamat politik, AS Hikam, dalam wawancara Metro TV beberapa waktu lalu menyebut aksi saling klaim ini akan terus berlangsung. Sebab, kedua pihak memiliki argumentasi kuat.

"Bagi Rais `Aam yang mengaggap putusan itu sah dan mengikat, tentu melihat persoalan teknis digdaya itu dianggap sebagai upaya sabotase. Tapi, bagi kubu Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, beliau akan menggunakan argumentasi bahwa yang mempunyai otoritas menggunakan digdaya itu di bawah kesekjenan," kata Hikam.

"Sejauh tidak ada fakta riil ada tanda tangan dan cap yang diberikan oleh digdaya, maka persoalan teknis tetap akan jadi ganjalan bagi keabsahan administrasi surat keputusan dari rapat syuriah tadi," dia menambahkan.

KEYWORD :

Polemik PBNU Gus Yahya Gus Ipul Kiai Nurul Huda Djazuli




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :