Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (Foto: Kemenag)
Jakarta Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengapresiasi langkah Pesantren Annuqayah, Sumenep, yang tengah mempersiapkan peresmian hutan kampus sebagai ruang belajar ekologis bagi santri dan mahasiswa.
Menag menilai inisiatif tersebut sebagai wujud nyata implementasi ekoteologi, penghayatan keagamaan yang selaras dengan kelestarian alam di lingkungan pesantren. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, kemarin.
“Saya sangat bangga. Annuqayah bukan hanya membina kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga membangun budaya ekologis. Hutan kampus ini akan menjadi laboratorium alam bagi generasi muda pesantren,” ujar Menag dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu (30/11).
Menurut Menag, keberadaan hutan kampus mempertegas peran pesantren sebagai pusat wisdom yang melahirkan cendekiawan sekaligus penjaga keseimbangan alam. Ia menilai pesantren-pesantren di Madura terbukti mampu melahirkan akademisi, peneliti, dan tokoh publik yang berpengaruh, dan kini menambah peran strategis di bidang ekologi.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Agama menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk penguatan sarana pendidikan dan pengembangan pesantren.
Menag berharap bantuan ini dapat memperkuat peran Pesantren Annuqayah sebagai pusat ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan gerakan ekologis.
“Pesantren seperti Annuqayah bukan hanya center of excellence tapi juga center of wisdom. Kita ingin pesantren menjadi pionir dalam moderasi beragama, ilmu pengetahuan, dan pelestarian lingkungan,” kata Menag.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, KH Abd. A’la Basyir, menjelaskan bahwa pendirian hutan kampus merupakan kelanjutan dari tradisi panjang pesantren dalam menjaga alam, adab, dan keberlanjutan.
“Sejak lama Annuqayah membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah keimanan. Hutan kampus ini kami siapkan sebagai ruang belajar ekologis dan sarana pembentukan karakter generasi masa depan,” ujar Abd. A’la Basyir.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Agama Nasaruddin Umar Hutan Kampus Ekoteologi Pesantren


























