Minggu, 30/11/2025 13:24 WIB

Instruksi Presiden, Kementrans Percepat Penanganan Banjir di Aceh





Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mempercepat penanganan banjir yang berdampak pada lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh

Ilustrasi - Menindaklanjuti instruksi Presiden, Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanegara mempercepat penanganan banjir yang berdampak pada lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh (Foto: Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mempercepat penanganan banjir yang berdampak pada lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh. Langkah percepatan ini dijalankan sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh bantuan untuk masyarakat diberikan secepat-cepatnya, terkoordinasi, dan berorientasi hasil.

Adapun lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh terdampak meliputi: Harus Muda Jaya, Kabupaten Bireuen; Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara; Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah; Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah; Ketapang Nusantara, Kabupaten Aceh Tengah.

Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan bahwa upaya penanganan dilakukan berjenjang sejak laporan pertama diterima.

“Sejak tiga hari lalu, saya menerima laporan dari Tim Ekspedisi Patriot mengenai kondisi lima kawasan transmigrasi yang terisolasi. Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan intervensi cepat dan tepat,” ujar Mentrans Iftitah dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu (30/11).

Pada Rabu pagi (27/11), Kementerian Perhubungan telah menyiapkan pesawat pendukung, namun otoritas penerbangan menunda penerbangan karena cuaca ekstrem.

Menindaklanjuti instruksi Presiden, Mentrans bergerak ke Kabupaten Bener Meriah pada Sabtu pagi (29/11) untuk melakukan verifikasi lapangan dan bergerak sebagai tim pendahulu. Kehadirannya di lokasi juga memberikan keyakinan tambahan bagi unsur bantuan untuk berani mendarat di Bener Meriah, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah dan tantangan visual approach.

Mentrans memaparkan terdapat tantangan logistik dan mobilisasi bantuan. Akses darat terputus di banyak titik, sehingga penyaluran logistik membutuhkan fleksibilitas.

“Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun bencana kali ini berbeda: banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif,” kata Menteri Iftitah.

Sejak Mentrans memasuki Bener Meriah, pesawat Caravan pertama berhasil mendarat membawa bantuan. Sore harinya sortie tambahan dijadwalkan, namun tidak dapat mendarat akibat kondisi visual yang kembali memburuk.

Pagi ini, pesawat Caravan kembali berhasil mendarat membawa bantuan lanjutan. Bantuan akan terus dialirkan secara bertahap sesuai kondisi cuaca dan keamanan penerbangan.Hingga pukul 03.00 dini hari di Kualanamu, proses percepatan distribusi bantuan tetap berlangsung intensif.

“Kami mengupayakan agar bantuan dapat dikirim sebanyak dan secepat mungkin untuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, dan titik lainnya. Negara hadir, dan kami bekerja siang malam untuk masyarakat,” tegas Menteri Iftitah.

Sementara itu, Mentrans mengatakan bahwa koordinasi nasional pun diperkuat. “Saya sudah melaporkan situasi kepada Menko PMK selaku Koordinator Penanganan Bencana dan berkomunikasi dengan Kepala BNPB untuk percepatan dukungan,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait dukungan pangan, pengiriman beras Bulog dipastikan dimulai sore ini. Mentrans mengatakan, Perum BULOG menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kebutuhan pangan di kawasan terdampak.

“Saya telah berkomunikasi dengan Direktur Utama Bulog. Mereka memastikan ketersediaan dan distribusi pangan bagi seluruh warga yang terdampak, tidak hanya masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi. Ini misi kemanusiaan,” kata Menteri.

Hari ini, pengiriman beras dari Medan menuju Lhokseumawe akan dilakukan sebagai bagian dari percepatan penyaluran bantuan pangan.

Kementerian Transmigrasi memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan cepat, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian/lembaga. Pembaruan resmi akan disampaikan sesuai perkembangan lapangan.

KEYWORD :

Instruksi Presiden Kementerian Transmigrasi Penanganan Banjir Kawasan Transmigrasi Provinsi Aceh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :