Sabtu, 29/11/2025 22:44 WIB

7 Mesin Pencari Favorit Warganet Indonesia sepanjang 2025





Di tengah masifnya perubahan perilaku digital, masyarakat Indonesia masih mengandalkan mesin pencari sebagai gerbang utama menuju informasi.

Ilustrasi pengguna ponsel mencoba membuka password (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah masifnya perubahan perilaku digital, masyarakat Indonesia masih mengandalkan mesin pencari sebagai gerbang utama menuju informasi.

Mulai dari mencari berita terbaru, referensi tugas, rekomendasi belanja, hingga hiburan, semua diawali dengan mengetikkan kata kunci di kolom pencarian.

Meskipun banyak platform baru yang menawarkan pencarian berbasis AI, masyarakat Indonesia masih memiliki preferensi kuat terhadap mesin pencari klasik yang telah menemani aktivitas harian selama bertahun-tahun.

Menurut data GoodStats dan StatCounter sepanjang 2025 menunjukkan bahwa meskipun persaingan teknologi semakin ketat, pola penggunaan mesin pencari di Indonesia masih sangat terpusat pada satu raksasa.

Namun di balik dominasi tersebut, ada dinamika menarik, yaitu munculnya alternatif pencarian yang mengusung privasi, keberlanjutan lingkungan, hingga preferensi regional.

Google tetap menjadi pilihan pertama sebagian besar pengguna internet Indonesia. Dengan pangsa pasar yang bertahan di kisaran 92–93 persen, Google masih memegang posisi tak tergoyahkan sebagai mesin pencari paling dominan.

Kombinasi kecepatan, hasil pencarian yang relevan, serta integrasi dengan layanan lain seperti Gmail, YouTube, Google Maps, dan Android membuatnya sulit tergantikan.

Di posisi kedua, Bing dari Microsoft terus menunjukkan stabilitas. Meski pangsa pasarnya jauh lebih kecil yakni sekitar 2–3 persen, kehadirannya tetap konsisten berkat integrasi dengan Windows, Edge, dan beberapa perangkat kerja.

Banyak pengguna yang tidak sengaja atau memang sengaja menggunakannya sebagai alternatif untuk mendapatkan perspektif pencarian berbeda.

Yahoo! Search, meski dianggap ketinggalan zaman oleh sebagian orang, rupanya masih digunakan oleh sebagian kecil warganet Indonesia. Pangsa sekitar 2 persen menunjukkan bahwa layanan ini tetap hidup karena loyalitas pengguna lama, preferensi email Yahoo, atau perangkat yang masih menjadikan Yahoo sebagai default.

Sementara itu, Yandex, mesin pencari asal Rusia, menempati posisi berikutnya. Meskipun pangsanya sekitar 1–1,5 persen, Yandex memiliki pengguna setia yang menyukai hasil pencarian tertentu, terutama untuk konten visual dan kebutuhan media.

Tren privasi digital yang meningkat juga mendorong popularitas DuckDuckGo di Indonesia. Meski pangsa pasarnya masih kecil, di bawah 1 persen, keberadaan DuckDuckGo menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang ingin menjelajah internet tanpa pelacakan data. Mesin pencari ini menjadi favorit di kalangan pengguna yang melek keamanan siber.

Selain itu, Ecosia muncul sebagai opsi yang sangat unik. Mesin pencari berbasis Jerman ini menarik perhatian sebagian pengguna karena setiap pencarian diklaim berkontribusi pada penanaman pohon.

Kategori terakhir terbagi pada berbagai mesin pencari lainnya, yang terdiri dari layanan-layanan kecil ataupun mesin pencari lokal dengan pangsa pasar minor.

Kelompok ini memang tidak memiliki kontribusi besar secara angka, tetapi menjadi bukti bahwa pengguna Indonesia tetap mencoba berbagai alternatif sesuai kebutuhan spesifik. 

KEYWORD :

mesin pencari Indonesia 2025 search engine terbanyak statistik mesin pencari




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :