Sabtu, 29/11/2025 19:52 WIB

Kenapa Otak Bisa Tiba-tiba Nge-Blank? Ini Kata Sains





Banyak orang pernah mengalami momen ketika pikiran tiba-tiba kosong. Kondisi ini sering disebut `nge-blank`, yaitu saat otak seakan berhenti memproses informasi

Ilustrasi dua orang sedang berbicara sambil meminum kopi (Foto: Priscilla du Preez/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Banyak orang pernah mengalami momen ketika pikiran tiba-tiba kosong. Kondisi ini sering disebut `nge-blank`, yaitu saat otak seakan berhenti memproses informasi meski seseorang sedang fokus bekerja, berbicara, atau belajar.

Fenomena ini tidak selalu menandakan masalah kesehatan, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih.

Secara umum, nge-blank terjadi ketika otak mengalami `bottleneck` atau penumpukan informasi yang tidak mampu diproses dengan cepat. Akibatnya, bagian otak yang bertanggung jawab pada konsentrasi dan memori jangka pendek mendadak melambat. Kondisi ini sering muncul pada orang yang bekerja di bawah tekanan atau mengalami stres mental yang tinggi.

Salah satu penyebab paling umum ialah kelelahan. Ketika tubuh tidak cukup istirahat, fungsi kognitif otak menurun, termasuk kemampuan mengambil keputusan, mengingat, dan fokus. Pada situasi ini, nge-blank justru menjadi mekanisme tubuh untuk memaksa seseorang berhenti sejenak.

Faktor kedua yakni stres. Saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, tubuh melepaskan hormon kortisol yang memengaruhi sistem kerja otak. Kortisol yang meningkat dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan memicu rasa panik kecil yang membuat pikiran seolah `hang`.

Gangguan kecemasan juga dapat menyebabkan nge-blank. Pada beberapa kasus, kecemasan memicu reaksi `fight or flight` sehingga tubuh bersiap menghadapi ancaman yang sebenarnya tidak nyata. Akibatnya, bagian otak yang mengatur pemikiran rasional menurun fungsinya.

Kurangnya nutrisi seperti glukosa juga bisa memicu kondisi ini. Otak membutuhkan energi dalam bentuk gula darah untuk bekerja optimal. Ketika seseorang terlambat makan atau tidak cukup minum, otak bisa mengalami penurunan performa sementara.

Dehidrasi juga dikenal memengaruhi fungsi kognitif. Kekurangan cairan membuat aliran darah ke otak tidak optimal sehingga kemampuan berpikir melambat. Inilah mengapa seseorang bisa tiba-tiba kehilangan fokus meski tidak merasa haus.

Mengonsumsi terlalu banyak kafein dapat memberikan efek sebaliknya. Alih-alih membuat fokus, kafein berlebih bisa menyebabkan jittery atau gelisah sehingga otak sulit memproses informasi secara tenang. Reaksi ini sering terjadi pada seseorang yang minum kopi dalam jumlah besar.

Rangsangan dari gadget juga menjadi penyebab nge-blank di era digital. Informasi yang terlalu cepat dan berlebihan membuat otak kelelahan sehingga terjadi mental overload. Seseorang yang multitasking sepanjang hari rentan mengalami kondisi ini.

Beberapa orang mengalami nge-blank ketika berada dalam situasi sosial tertentu. Hal ini sering disebut social anxiety, kondisi ketika seseorang merasa gugup saat menjadi pusat perhatian. Otak menjadi sibuk mengolah kecemasan sehingga tidak mampu memberikan respons efektif.

Kondisi medis seperti migrain, anemia, gangguan tiroid, hingga kadar gula darah rendah juga bisa memicu nge-blank, meski lebih jarang. Untuk itu, penting memperhatikan frekuensi dan konteks terjadinya kondisi ini.

Cara mengatasinya biasanya sederhana, tarik napas, istirahatkan otak, minum air, atau berjalan sebentar untuk mengembalikan aliran darah. Jika nge-blank terjadi terlalu sering, konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk mencari penyebab yang lebih spesifik.

KEYWORD :

penyebab nge-blank otak mendadak kosong cara atasi nge-blank




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :