Kepala BPOM, Taruna Ikrar memberi keterangan terkait dengan Transformasi Pengawasan BPOM dan juga sistem layanan AI. (Foto: Jurnas/Ira).
Jakarta, Jurnas.com- BPOM meluncurkan layanan perizinan berbasis Artificial Intelligence (AI) serta memperkuat kemitraan Program Orang Tua Angkat (OTA) bagi UMKM, melalui kegiatan “Transformasi Pengawasan BPOM: Peluncuran Layanan AI dan Penguatan Kemitraan Orang Tua Angkat UMKM” yang diselenggarakan di Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kantor BPOM Pusat pada Jumat (28/11/2025).
Tidak itu saja, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSKK) resmi meluncurkan PRIMA (Portal Regulasi Interaktif Menggunakan AI), sebuah inovasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempermudah akses informasi dan konsultasi regulasi bagi pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas.
Layanan PRIMA hadir sebagai upaya BPOM dalam memperkuat transformasi digital dan meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya pada sektor obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), PRIMA mampu memberikan jawaban cepat, akurat, serta merujuk langsung pada regulasi resmi yang berlaku.
Prof Taruna Ikrar Pilih Dewan Pakar KAHMI
Kegiatan ini menandai langkah strategis BPOM dalam mempercepat transformasi pelayanan publik agar semakin adaptif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha, serta memperkuat perlindungan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyampaikan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Hal ini selaras dengan target kinerja BPOM untuk mewujudkan birokrasi yang efektif, berintegritas, kolaboratif, dan adaptif dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima.
Melalui peluncuran layanan izin edar berbasis AI, BPOM resmi memperkenalkan Sistem Izin Edar Obat dan Makanan Pertama Berbasis Kecerdasan Buatan. Sistem ini memanfaatkan natural language processing, machine learning, dan otomasi proses untuk mempercepat serta meningkatkan akurasi analisis dan verifikasi data registrasi. Melalui inovasi ini, proses perizinan diharapkan dapat menjadi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat.
Integrasi teknologi AI, melalui pemrosesan bahasa alami, machine learning, serta otomasi proses, akan meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisiensi dalam analisis serta verifikasi data. Dengan demikian, proses pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan lebih tepat, sekaligus meminimalisasi kesalahan manusia.
BPOM juga menghadirkan fitur virtual assistant yang memudahkan pelaku usaha memahami persyaratan registrasi secara mandiri dan sistematis, khususnya untuk produk Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, Obat Kuasi, dan Kosmetik.
Melalui hadirnya fitur interaktif seperti virtual assistant, pelaku usaha dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan sistematis mengenai persyaratan pendaftaran. Implementasi teknologi ini menjadi bentuk nyata upaya BPOM dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang modern, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
“Pengembangan teknologi ini adalah hasil dari kolaborasi lintas unit yang solid di BPOM. Ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menjawab kebutuhan masyarakat melalui layanan yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata,” terang Kepala BPOM.
Sebagai bagian dari sinergi digital, sejumlah program pelayanan dan pengawasan turut diselenggarakan pada hari yang sama dalam bentuk Layanan Desk Terpadu Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, antara lain: ProAKSI BERPADU (Program Akselerasi Bersama, Registrasi dan Pendampingan Terpadu), DEKORASI (Desk Konsultasi Regulasi), PROGRESIF (Program Percepatan Peningkatan Efektivitas Pengawasan Secara Intensif), dan AKSELERASI (Aksi Percepatan Pelayanan Sertifikasi Kosmetik dan Desk Evaluasi Realisasi Impor Post Border Kosmetik).
Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen BPOM dalam memberikan pendampingan terpadu dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi pelaku usaha. Dalam kesempatan tersebut, BPOM juga memberikan apresiasi kepada para Mitra Kunci Orang Tua Angkat (OTA) yang aktif mendampingi UMKM hingga memperoleh nomor izin edar.
Sejak berjalan pada tahun 2021, program OTA telah melibatkan 30 mitra OTA, terdiri dari 20 OTA Obat Bahan Alam dan 10 OTA Kosmetik. Para mitra OTA tersebut telah memberikan fasilitasi berupa sosialisasi, bimbingan teknis, transfer teknologi, magang, hingga dukungan peralatan, promosi, dan pemasaran.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPOM menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi OTA yang telah menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM dan menghasilkan produk yang aman serta bermutu.
“Mari kita terus bersinergi dan bergerak maju, menjadikan BPOM sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik yang prima dan adaptif di era digital,” ungkap Kepala BPOM.
Terobosan dan sistem baru ini mendapat banyak apresiasi dari para kalangan pelaku usah. Ayu Puspitalena RTR dari Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) dan Asosiasi Pengusaha Kosmetik Import Indonesia (APKII) Armydha Iga berharap sistem Transformasi Pengawasan BPOM dengan sistem layanan AI ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha termasuk dirinya dan organisasinya.
“Sangat bagus sekali sistem yang dibangun Badan POM ini. Dengan begitu kita pelaku usaha akan dimudahkan terutama dalam mengurus regulasi atau aturan-aturan yang memang ada. Terutama ijin edar.,” pungkas Ayu Puspitalena dan Armydha Iga mewakili pelaku usaha.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kepala BPOM Taruna Ikrar Transformasi Pengawasan BPOM meluncurkan PRIMA

























