Selasa, 27/01/2026 05:31 WIB

Wamensos Harap Cakupan Program Desa Sejahtera Mandiri Diperluas





Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono berharap program Desa Sejahtera Mandiri dapat diperluas cakupannya ke seluruh wilayah Indonesia

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat membuka kegiatan Evaluasi Program Desa Sejahtera Mandiri di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono berharap program Desa Sejahtera Mandiri yang berjalan di sembilan desa di Jawa Tengah dapat diperluas cakupannya ke seluruh wilayah Indonesia untuk pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. 

Sehingga, target Presiden agar kemiskinan ekstrem bisa 0 persen pada tahun 2026 dan kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029 dapat terwujud. Hal tersebut Wamensos sampakan saat membuka kegiatan Evaluasi Program "Desa Sejahtera Mandiri" di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/11). 

"Jadi, mari kita berdayakan masyarakat supaya bisa mandiri, punya penghasilan, dan mereka bisa gemuyu, sehingga kemudian bisa menjadi masyarakat yang baldatun, thoyyibatun wa robbun ghofur, seperti keinginan Pak Presiden pada waktu beliau pidato tanggal 20 Oktober tahun 2025," kata Agus Jabo. 

Ia menjelaskan Kemensos dan Dinsos Jawa Tengah bekerja sama membuat kelompok usaha bersama (Kube) di tiap desa yang paling banyak menerima bantuan sosial (bansos). Tiap desa tersebut mendapatkan intervensi dan bantuan sesuai potensi pemberdayaannya. 

"Terus di tempat-tempat lain, kita juga kemudian melakukan pemberdayaan dengan membuat keranjang dari eceng gondok dan pelapa pisang, ya, termasuk tali. Nah, keranjangnya ini sudah kita ekspor, ya, baru-baru ini kita sudah mengekspor hasil pemberdayaan, bentuknya itu keranjang, berasal dari eceng gondok," urainya dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat (28/11). 

Wamensos menyebut Desa Kalisalak memproduksi hasil pemberdayaan dari eceng gondok yang diekspor ke Amerika. Kemensos akan memperluas program ini ke 1.278 desa lainnya di Jawa Tengah. 

"Kita sedang mencoba untuk mengorganisir, mengkonsolidasikan semua kekuatan, ya, terutama di pusat, baik antar kementerian, ya, kementerian dengan pihak-pihak swasta, supaya kemudian program pemberdayaan ini bisa berhasil," katanya.

Adapun soal evaluasi sembilan desa, ia mengatakan hasil asesmennya bagus. Ia mengatakan para pemuda di desa-desa tersebut dilatih di balai dan mendapatkan bantuan Kube dan kerja sama dengan pihak swasta.

"Dan nanti dari sembilan desa ini rencananya tanggal 11 Desember akan ada 300 keluarga penerima manfaat yang akan tergraduasi," ujar Agus Jabo.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Kalisalak, Ilham Tryono mengatakan desanya masuk kategori miskin ekstrem. Sehingga, mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mendapatkan pelatihan dan pemberdayaan. "Jumlahnya sekitar 200 orang," katanya.

Ilham menjelaskan warganya mendapatkan program pemberdayaan dengan potensi lokal dan disesuaikan dengan kemampuan para penerima. Di antaranya pemanfaatan eceng gondok sebagai tempat sampah. 

"Pemberdayaan sudah sekitar 1 tahun. Progresnya menunjukkan peningkatan karena berhasil memproduksi barang yang mempunyai nilai ekspor," katanya. 

Ia berharap warga dapat naik status dari penerima bansos menuju graduasi. Ia menargetkan tahun depan, semua warganya dapat digraduasi. "Sekarang tinggal 37 KPM yang masih harus menerima bantuan," katanya. 

Berikut 9 desa yang mendapatkan program Desa Sejahtera Mandiri: 1) Desa Pesodongan, Kec. Kaliwiro, Kab. Wonosobo; 2) Desa Kalisalak, Kec. Kebasen, Kab. Banyumas; 3) Desa Kepuhsari, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri; 4) Desa Gambuhan, Kec. Pulosari, Kab. Pemalang.

5) Desa Dimoro, Kec. Toroh, Kab. Grobogan; 6) Desa Wlahar, Kec. Larangan, Kab. Brebes; 7) Desa Purwosari, Kec. Salaman, Kab. Magelang; 8) Desa Peniron, Kec. Pejagoan, Kab. Kebumen; 9) Desa Ngesrep Balong, Kec. Limbangan, Kab. Kendal

KEYWORD :

Wakil Mensos Agus Jabo Priyono Desa Sejahtera Mandiri Pengentasan Kemiskinan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :