Rabu, 11/03/2026 19:46 WIB

Percepat Swasembada, PVTPP Dorong Sukabumi Optimalikan Luas Area Tanam





Royeksi BPS hingga akhir 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan potensi surplus 4,15 juta ton.

Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Foto: dok. Jurnas

SUKABUMI, Jurnas.com - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Petanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali Jamil, melalui keterangannya, Sabtu (22/11/2025).

Ali Jamil mengatakan bahwa berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83 persen dan ekspor pertanian melonjak 42,19 persen.

Ia mengatakan apabila mengacu pada proyeksi BPS hingga akhir 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan potensi surplus 4,15 juta ton. 

“Keberlanjutan produksi adalah tugas kita bersama. Kita harus menjaga, merawat, dan terus menerus memperluas capaian. Swasembada harus kita capai dalam waktu dekat sesuai arahan Presiden,” katanya.

Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan program LTT untuk mencapai target yang telah ditetapkan. 

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan LTT. Diharapkan, kegiatan tersebut memberikan manfaat luas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong percepatan capaian swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin menegaskan bahwa program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat sejalan dengan arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, di bawah kepemimpinan Bupati, menempatkan pariwisata dan agroindustri sebagai sektor prioritas yang dinilai mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Aep menjelaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar dari sisi geografis dan luas wilayah. Sebagai salah satu daerah terluas di Jawa-Bali, Sukabumi memiliki karakter alam yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian.

“Sukabumi dikenal dengan istilah Gurillapss karena bentang geografisnya yang luar bisa. Ini menjadi modal kuat dalam mengembangkan sektor agroindustri,” katanya.

Selain potensi alam, kekuatan lain terletak pada tingginya partisipasi petani. Hingga saat ini, Sukabumi memiliki lebih dari 4.000 kelompok tani aktif yang menjadi ujung tombak pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.

KEYWORD :

Swasembada pangan Ali Jamil Area tanam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :