Minggu, 18/01/2026 06:05 WIB

Mensos Sebut Jihad Pertama Karang Taruna Ikut Mutakhirkan DTSEN





Menteri Sosial (Mensos) GUs Ipul sebut jihad pertama Karang Taruna ikut mutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di lapangan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberi keterangan pers pengukuhan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Masa Bakti 2025-2030 di Sutera Hall, Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh kader Karang Taruna untuk terlibat aktif dalam proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di lapangan.

Ajakan itu Mensos sampaikan dalam acara pengukuhan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Masa Bakti 2025-2030 di Sutera Hall, Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu (22/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Mensos mengatakan seluruh program yang berkaitan pembangunan sosial dan ekonomi saat ini mengacu pada DTSEN. Data ini bersifat dinamis dan perlu dimutahirkan setiap saat karena setiap hari ada warga yang meninggal, berpindah tempat, melahirkan, atau menikah.

Oleh karena itu, lanjut Mensos, peran serta seluruh pihak, termasuk Karang Taruna, sangat penting dalam menghadirkan data yang akurat dan valid. 

"Banyak keluhan, banyak sekali semacam kritik dari banyak pihak, kaitannya dengan data yang dianggap kurang akurat. Penerima bansos, misalnya masih banyak yang menyatakan ada saudaranya, tetangganya yang belum dapat, sementara mereka yang berkecukupan malah mendapatkan bansos. Maka itu jihad pertamanya Karang Taruna adalah turut memperbaiki data ini," kata Gus Ipul dalam keterangan resmi.

Disebutkan bahwa DTSEN dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kemensos dan Pemerintah Daerah bertugas melakukan pemutahiran. Melalui data yang akurat, maka intervensi yang dilakukan akan tepat sasaran dan berdampak.

"Saya ingin kader-kader Karang Taruna di samping nanti memberdayakan, diberdayakan, juga terlibat aktif di dalam memperkuat data-data kita, lewat informasi, lewat saluran-saluran yang ada, agar data kita makin bisa sesuai dengan kenyataan," kata Mensos.

Gus Ipul menjelaskan pemutakhiran data dilakukan dengan dua jalur. Pertama, jalur formal melalui musyawah di Desa atau Kelurahan, lalu di ke Dinsos setempat.

Selanjutnya, yaitu jalur partisipasi lewat saluran-saluran yang telah disediakan Kemensos, seperti aplikasi SIKS-NG, aplikasi Cek Bansos, Ground Check, Call Center 171, dan Whatsapp Center.

"Inilah jihad pertama kita. Kalau Bapak-Ibu sekalian ingin membangun Indonesia, mari kita bantu mereka-mereka yang membutuhkan. Pastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan haknya dengan cara memberikan usul lewat saluran-saluran yang kita siapkan," tutur Gus Ipul.

Ketua Umum Karang Taruna, G. Budisatrio Djiwandono, menyambut baik ajakan Gus Ipul, menurutnya ini sangat penting supaya bansos maupun program pemberdayaan bisa tepat sasaran.

Budi akan mendorong dan memperkuat struktur Karang Taruna dari tingkat pusat sampai daerah untuk mendukung pemutahiran data ini.

"Kami tadi menerima tugas pertama kami, membantu penyempurnaan data melalui DTSEN. Ya ini saya rasa terobosan yang sangat ditunggu-tunggu oleh bangsa Indonesia. Satu data supaya kebijakan dan program itu bisa lebih tepat sasaran," pungkasnya.

KEYWORD :

Menteri Sosial Gus Ipul Karang Taruna Pemutakhiran DTSEN Penerima Bansos




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :