Rabu, 04/03/2026 10:27 WIB

Embung dan Smart Farming Dinilai Penting untuk Swasembada Pangan





 Tahun ini terdapat 41 varietas yang melakukan permohonan perlindungan dan 20 di antaranya sudah berhasil memperoleh sertifikat hak PVT.

Smart farming di Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Foto: dok. jurnas

JAKARTA – Pembangunan embung dan penerapan teknologi smart farming dinilai penting untuk mendukung swasembada pangan. Pembangunan ini juga penting sebagai perlindungan varietas tanaman unggul dan sekaligus memastikan seluruh area kebun dapat dimanfaatkan secara optimal.

Demikian disampaikan Plt. Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian (Kementan), Ali Jamil, saat meresmikan pembangunan embung dan penerapan teknologi smart farming di Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025).

“Kita menghadapi musim hujan dan musim kering yang ekstrem. Teknologi ini akan membantu memastikan tanaman tetap produktif. Tidak boleh ada faktor pembatas. Karena itu, irigasi sangat dibutuhkan, termasuk pembangunan embung untuk menyerap dan menampung air,” kata Ali Jamil.

Pada kesempatan ini, Ali Jamil juga menegaskan pentingnya penerapan Service Level Agreement (SLA) atau perjanjian tingkat layanan, terutama dalam pengujian varietas dan pelayanan sertifikasi.

“SLA ini adalah janji layanan kita terhadap kesepakatan proses agar bisa dibawahnya. Misalnya kesepakatan 3 bulan kita bisa selesaikan dalam waktu 2 bulan dan kita sebagai pelaksana wajib menjaga janji ini kepada klien,” katanya.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Leli Nuryati mengatakan, pada tahun ini terdapat 41 varietas yang melakukan permohonan perlindungan dan 20 di antaranya sudah berhasil memperoleh sertifikat hak PVT.

Leli menambahkan bahwa peningkatan layanan terus dilakukan, termasuk memperluas kapasitas uji Baru, Unik, Seragam dan Stabil (BUSS).

“Dari sebelumnya 9, kami tingkatkan menjadi 77, dan untuk tahun 2025 menjadi 41. Kami berharap tahun depan bisa mencapai 100 layanan uji di KP Muara ini,” katanya.

Di sisi lain, PVTPP kini telah beralih dari sistem permohonan manual menjadi layanan digital. “Sejak 2025, permohonan sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Aplly PVT. Alhamdulillah, permohonan yang masuk masih sangat banyak,” kata Leli.

Leli juga menegaskan bahwa implementasi smart farming di KPS Muara merupakan bagian dari adaptasi teknologi yang wajib dilakukan pemerintah, mengingat keterbatasan tenaga kerja sesuai aturan pemerintah, di mana tahun ini tidak ada lagi penambahan pegawai ASN.

“Sekarang pemerintah tidak boleh lagi mengangkat tenaga non-ASN. Maka teknologi adalah keharusan. Kita menerapkan smart irrigation, sprinkler, dan deep irrigation. Yang dilakukan sekarang hebat apalagi karena dikerjakan oleh anak bangsa `petani muda keren`, yang juga binaan Kementerian Pertanian,” jelasnya.

KEYWORD :

Smart Farming Ali Jamil Embung Air




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :