Sabtu, 10/01/2026 12:52 WIB

Apakah Astronot Boleh Berhubungan Intim di Luar Angkasa?





Apakah kru yang tinggal berbulan-bulan di orbit boleh melakukan hubungan intim selama melakukan misi di luar angkasa?

Stasiun luar angkasa (foto: Fox)

Jakarta, Jurnas.com - Pertanyaan tentang kehidupan pribadi astronot selalu memancing rasa penasaran publik. Salah satunya ialah apakah kru yang tinggal berbulan-bulan di orbit boleh melakukan hubungan intim.

Walaupun terdengar tabu, topik ini sering muncul dalam diskusi publik seiring banyak negara mempersiapkan misi Mars yang bisa berlangsung bertahun-tahun.

Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi dari NASA, ESA, maupun badan antariksa mana pun yang menyatakan bahwa hubungan intim memang terjadi di luar angkasa.

Semua astronot yang diwawancarai selalu memberikan jawaban diplomatis, mulai dari tugas mereka murni ilmiah dan terikat protokol ketat selama berada di stasiun orbit.

Salah satu alasan hubungan intim tidak dianjurkan karena kondisi mikrogravitasi. Di lingkungan nyaris tanpa gravitasi, tubuh manusia mengalami perubahan sirkulasi darah, keseimbangan hormon, bahkan perubahan tekanan pada organ. Aktivitas fisik intens seperti hubungan intim menjadi lebih sulit secara biomekanik.

Masalah lain adalah potensi pembuahan. Kehamilan di luar angkasa hingga kini belum pernah diteliti secara penuh pada manusia. Penelitian terhadap hewan percobaan menunjukkan bahwa perkembangan embrio bisa terganggu karena radiasi kosmik yang jauh lebih tinggi dibandingkan di Bumi.

NASA juga memiliki aturan ketat mengenai profesionalitas kru, terutama yang bekerja dalam tim kecil di ruang terbatas seperti ISS. Hubungan personal yang terlalu dekat berpotensi mengganggu dinamika kerja dan konsentrasi selama misi.

Selain itu, sistem penunjang kehidupan di ISS dirancang untuk prioritas sains. Tidak ada ruang privat khusus seperti kamar personal yang memungkinkan aktivitas intim dilakukan secara aman dan etis.

Meskipun begitu, para ahli menyadari bahwa misi masa depan ke Mars atau Bulan dapat berlangsung sangat lama. Hal ini membuat diskusi tentang reproduksi manusia di luar angkasa menjadi semakin relevan dan tidak bisa dihindari.

Beberapa ilmuwan mulai meneliti bagaimana radiasi, perubahan gaya gravitasi, dan siklus tidur memengaruhi sistem reproduksi manusia. Namun penelitian ini masih sangat awal dan belum menyentuh aspek hubungan intim secara langsung.

Selain itu, sebelum aktivitas ini bisa dianggap aman, harus ada riset jangka panjang untuk mengukur dampaknya pada kesuburan, kehamilan, hingga perkembangan janin. Tanpa data tersebut, semua bentuk hubungan intim dinilai terlalu berisiko.

Sementara itu, badan antariksa memilih mengambil sikap konservatif, lebih baik mencegah daripada mengobati. Protokol kerja tetap fokus pada keamanan, kesehatan, dan keberhasilan misi.

Dengan kata lain, walaupun tidak ada aturan tertulis yang secara eksplisit melarang, praktiknya tidak mungkin dan tidak direkomendasikan terjadi pada kondisi stasiun luar angkasa saat ini. Ini lebih berkaitan dengan keselamatan dan etika kerja dibandingkan aspek moral.

KEYWORD :

astronot intim hubungan intim luar angkasa misi NASA kehidupan astronot




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :