Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memberi keterangan pers usai mengikuti kegiatan World Peace Forum (WPF) ke-9: Considering Wasatiyyat and Tionghoa for Global Collaboration yang digelar di Kompleks MPR/DPR RI, Senin (10/11/2025) (Foto: Vaza/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa inti dari semua kehidupan manusia itu ialah kedamaian, tanpa adanya perselihan dan peperangan.
Penilaian tersebut, JK sampaikan usai mengikuti kegiatan World Peace Forum (WPF) ke-9: Considering Wasatiyyat and Tionghoa for Global Collaboration yang digelar di Kompleks MPR/DPR RI, pada Senin (10/11/2025).
Dalam kesempatan itu, JK menyontohkan ucapan salam (Assalamu`alaikum) yang terus disampaikan baik dalam salat maupun kehidupan sosial. Ucapan salam itu, menurut dia merupakan harapan dan doa untuk kedamaian.
"Semua orang berpikir tentang kehidupan yang damai tidak ada orang berpikir untuk perang kan. Jadi bagaimana kita tiap hari mengucap salam itu berkali-kali mengucapkan salam. Salat kita, assalamualaikum. Di mana-mana ketemu orang, assalamualaikum. Itu kan doa tentang kedamaian. Jadi, inti dari kehidupan kita itu damai. Itulah maka dengan memberikan spirit kita semua untuk bagaimana membikin kedamaian dunia" kata JK.
Sementara itu, Chairman Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC), Din Syamsuddin mengatakan bahwa kegiatan WPF ini sudah berjalan sejak 2006. Menurutnya, kegiatan ini merupakan gerakan moral dari para pencipta perdamaian dunia.
"Karena kami bukan pemerintah, bukan negara, maka berada pada tataran moral untuk menyebarkan ide ide, sebagaiman Pak Jusuf Kalla katakan, tentang pentingnya kedamaian," kata Din Syamsudin di sela-sela kegiatan WPF ke-9 bersama JK di Kompleks MPR/DPR RI, Senin (10/11/2025).
"Tema sentralnya adalah one humanity satu kemanusiaan, one destiny satu kebutuhan, one responsibility satu tanggung jawab," ujar Din Syamsudin lagi.
Dia juga menuturkan bahwa forum yang dihadiri oleh lintas agama, profesi, dan peace maker ini degilar untuk membahas dan terus mendorong terciptanya perdamain melalui jalan tengah.
"Nanti lembaga yang menyelenggarakannya dan organisasi masing-masing mengarus utamakan pentingnya seperti sekarang ini tentang jalan tengah, The middle path dari Islam, wasatiyat Islam dan dari Konfusianisme Chinese, yaitu Tionghoa yang ternyata artinya kerjasama dalam moderasi untuk kesejahteraan bersama," kata dia.
Sebagai informasi, WPF ke-9 ini menyoroti titik temu antara nilai wasatiyyah Islam dan filsafat Tionghoa. Forum ini diselenggarakan di beberapa tempat di Jakarta, yaitu kompleks gedung MPR/DPR RI Senayan, Grand Sahid Jaya Hotel dan akan ditutup di Balai Kota DKI Jakarta dengan diikuti oleh 63 tokoh dari 24 negara dan 110 tokoh nasional Indonesia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
World Peace Forum Jusuf Kalla Kedamaian Dunia WPF ke-9 Wasatiyyat and Tionghoa




















