Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan bahwa penetapan Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional merupakan bagian dari proses rekonsiliasi sejarah bangsa.
Menurut Hetifah, keputusan pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk memberikan gelar tersebut telah melalui pertimbangan yang matang dari berbagai aspek, termasuk sejarah, kontribusi, dan dinamika politik nasional.
“Pemerintah tentu telah mengkaji dengan matang sebelum menetapkan pemberian gelar pahlawan nasional. Berbagai aspek sejarah, kontribusi, serta dinamika politik telah dipertimbangkan secara menyeluruh,” ujar Hetifah dalam keterangan resminya, Senin (10/11).
Sebagai kader Golkar, Hetifah menilai penghargaan ini juga merupakan upaya untuk menempatkan jasa para pemimpin bangsa secara proporsional. Ia menilai Soeharto memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional, pembangunan ekonomi, serta penguatan infrastruktur sosial negara.
“Pak Harto memiliki kedekatan historis dengan Golkar dan telah memberikan kontribusi besar dalam stabilitas nasional, pembangunan ekonomi, serta penguatan infrastruktur sosial negara,” tambahnya.
Hetifah juga menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki sisi positif dan negatif yang perlu dilihat secara berimbang. Ia menilai pengakuan terhadap jasa besar Soeharto menjadi bagian penting dari kesadaran kolektif bangsa untuk menatap masa depan dengan kedewasaan sejarah.
“Tentu, seperti setiap pemimpin, ada sisi-sisi yang menjadi pelajaran bagi kita semua. Namun pengakuan terhadap jasa besar beliau tetap penting sebagai bagian dari kesadaran kolektif bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hetifah menegaskan pentingnya bagi bangsa Indonesia untuk merangkul seluruh perjalanan sejarahnya, baik prestasi maupun catatan kritisnya, demi memperkuat demokrasi dan pemerintahan yang berkeadilan.
“Ini saatnya negara merangkul seluruh perjalanan bangsa, prestasi maupun catatan kritisnya agar Indonesia terus memperkuat demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan pembangunan yang berkeadilan,” kata Hetifah.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Partai Golkar untuk terus berada di garis depan dalam menjaga literasi sejarah dan penghargaan terhadap para tokoh bangsa.
“Golkar akan selalu berdiri di garis depan untuk memastikan literasi sejarah dan penghargaan terhadap para tokoh bangsa terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian Politikus Golkar Presiden Soeharto Pahlawan Nasiona


























