Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mendatangi rumah duka almarhum Atim Suhara (42), petugas keamanan lingkungan RW 09 Cakung Barat, Jakarta Timur, yang gugur saat menggagalkan aksi pencurian sepeda motor (Foto: Kemensos)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut almarhum Atim Suhara (42), petugas keamanan lingkungan RW 09 Cakung Barat, Jakarta Timur, yang gugur saat menggagalkan aksi pencurian sepeda motor, sebagai pahlawan masa kini.
Mensos Gus Ipul menilai, pengorbanan Atim menjadi teladan nyata tentang arti tanggung jawab sosial dan keberanian dalam menjaga kepentingan bersama.
“Beliau tidak sedang menjaga aset pribadi, tetapi menjaga keamanan dan ketertiban untuk kepentingan orang banyak. Dalam momen Hari Pahlawan ini, almarhum adalah contoh pahlawan hari ini yang berbuat bukan untuk diri sendiri, tapi untuk sesama,” kata Gus Ipul dalam keterangan resmi.
Hal tersebut disampaikan saat hadir langsung di rumah duka pada Minggu (9/11) untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan santunan kepada keluarga korban. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul turut memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Saya datang untuk berbela sungkawa dan berdoa bersama keluarga. Mudah-mudahan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami yakin beliau sedang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, hingga rela mengorbankan nyawanya demi keamanan lingkungan,” ujar Gus Ipul.
Selain santunan duka bagi keluarga, Gus Ipul mengatakan bahwa Kemensos juga akan melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi. Pendampingan akan meliputi rehabilitasi sosial, perlindungan psikologis, dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami tidak hanya berhenti pada santunan. Kami akan dampingi keluarga hingga benar-benar pulih. Termasuk dua rekan almarhum, Bima dan Rukin, yang juga kami anggap pahlawan karena berani melawan pelaku,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, Kemensos juga akan memfasilitasi dukungan psikososial serta kemungkinan bantuan modal usaha agar keluarga dan para saksi dapat kembali beraktivitas secara normal. “Kami ingin memastikan ahli waris bisa melanjutkan perjuangan almarhum dan kembali bangkit,” imbuhnya.
Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Mensos Gus Ipul mengajak masyarakat meneladani semangat perjuangan para pahlawan nasional sekaligus mereka yang berbuat di lingkungannya masing-masing.
“Almarhum Atim adalah pahlawan kecil di lingkungannya. Beliau berbuat lebih untuk kepentingan bersama. Inilah semangat kepahlawanan yang harus kita hidupkan kembali,” ujarnya.
Mensos Gus Ipul juga mengingatkan bahwa besok pagi, seluruh masyarakat diimbau untuk mengheningkan cipta selama 60 detik pukul 08.15 WIB, sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan dan syuhada.
“Besok Presiden Prabowo akan memimpin upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Mari kita semua berdoa bagi para pahlawan, termasuk mereka yang menjaga kehidupan sosial di sekitar kita,” kata Gus Ipul.
Kesaksian, Atim Gugur saat Jaga Warga
Diketahui, Atim Suhara merupakan petugas keamanan lingkungan RW 09, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Atim gugur setelah ditembak saat berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor di wilayah tugasnya pada Sabtu (8/11) sekitar pukul 03.30 WIB.
Menurut kesaksian dua rekan ronda almarhum, Bima dan Rukin, saat malam kejadian mereka bertiga tengah berpatroli seperti biasa. Mereka sudah dua tahun menjalankan ronda malam tanpa jadwal bergilir.
“Kami lihat dari CCTV di pos RW ada dua orang mencurigakan. Kami bertiga langsung ke lokasi. Waktu sampai, almarhum menabrak motor pelaku. Sempat terjadi perkelahian, dan pelaku mengeluarkan pistol,” tutur Bima dalam keterangannya dikutip Kemensos.
Atim sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. “Beliau sempat bilang tiga kali, ‘Pak, tolong saya.’ Waktu saya mau bantu dudukkan, baru keluar darahnya. Kami sudah coba cari bantuan, tapi tengah malam jadi susah,” lanjut Bima.
Sementara Rukin menambahkan, sempat mendengar dua kali suara tembakan. “Kami kira dua-duanya kena. Saya langsung cari bantuan ke warga dan RT setempat. Tapi waktu kami kembali, beliau sudah tidak ada,” ujarnya.
Di mata keluarga, Atim dikenal sebagai pribadi sederhana dan bertanggung jawab. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan tinggal bersama adik bungsunya, Siti Komariah, serta keponakannya yang masih duduk di sekolah dasar.
“Kakak saya orangnya tidak pernah menolak kalau diajak ronda. Dia selalu bilang, ‘kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi’. Dia pekerja keras dan selalu bantu keluarga,” tutur Siti dengan mata berkaca-kaca.
Siti mengungkapkan bahwa kakaknya juga menjadi tulang punggung keluarga sejak orang tua mereka meninggal dunia. “Kami kehilangan sosok yang selalu melindungi. Tapi kami juga bangga, karena beliau wafat saat menunaikan tugas menjaga keamanan warga,” ucapnya haru.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Sosial Gus Ipul Atim Suhara Pahlawan Masa Kini Petugas Keamanan






















